Nasional

KNKT Diminta Lakukan Penyelidikan Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air

Petugas Basarnas memeriksa benda yang diduga serpihan dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta – Pontianak yang hilang kontak di perairan Pulau Seribu, di Dermaga JICT, Jakarta, Minggu (10/1/2021). Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang kontak pada Sabtu (9/1) sekitar pukul 14.40 WIB di ketinggian 10 ribu kaki tersebut membawa enam awak dan 56 penumpang. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos.id –  Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan penyelidikan terkait jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak di perairan Kepulauan Seribu. Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang memuat 62 orang termasuk kru diketahui hilang kontak pada Sabtu (9/1), pukul 14.40 WIB.

“Saya juga telah menyampaikan kepada KNKT untuk melakukan kajian dan penyelidikan terhadap musibah ini,” jelas Jokowi dalam Telekonferensi Pers, Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (10/1).

Ia mengungkapkan bahwa kejadian itu ia ketahui setelah mendapatkan laporan dari Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Dia pun telah menginstruksikan kepada Menhub, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI hingga Polri untuk segera melakukan operasi pencarian dan pertolongan kepada para korban.

Advertisement

“Kita lakukan upaya yang terbaik untuk menemukan dan menyelamatkan korban dan kita doakan bersama, kita berdoa bersama-sama agar para korban bisa ditemukan,” terang dia.

Tak lupa, Jokowi pun kembali menyampaikan duka mendalam atas kejadian yang menimpa 62 orang di pesawat berjenis Boeing 737-500. Di mana di antaranya 56 orang merupakan penumpang dan 6 orang awak pesawat.

“Saya atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas terjadinya musibah ini,” tutupnya. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim