Kepri

Bawaslu Kepri akan Disidang DKPP

batampos.id – Lima komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kepri harus berhadapan dengan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKKP). Lembaga pengawas tersebut dilaporkan membangun kerja sama dengan universitas yang orang-orang didalamnya berapliasi politik dengan salah satu paslon pada Pilkada Kepri lalu.

BACA JUGA: DKPP Sebut KPU dan Bawaslu Sangat Rawan Diintervensi Penguasa

“Memang benar ada agenda sidang oleh DKPP untuk Bawaslu Provinsi Kepri pada 12 Januari 2021 nanti. Pada prinsipnya, Bawaslu Kepri siap untuk memberikan penjelasan atas aduan pengadu kepada DKPP,” ujar Komisioner Bawaslu Provinsi Kepri, Said Abdullah Dahlawi, Minggu (10/1/2021) di Tanjungpinang.

Advertisement

Mantan Jurnalis tersebut menjelaskan, adapun pokok persoalan yang diadukan oleh pengadu adalah mengenai adanya kerja sama yang dibangun oleh Bawaslu Kepri dengan salah satu perguruan tinggi yang ada di Batam.

Pengadu menilai person-person yang ada di perguruan tinggi tersebut menjadi bagian dari tim sukses salah satu pasangan calon pada Pilkada Kepri lalu.

“Pokok perkaranya seperti itu. Sidang pemeriksaan ini hanya digelar satu kali saja, karena yang diadukan adalah Bawaslu, tentu semua komisioner akan menghadapi sidang pemeriksaan tersebut,” tegas pria yang akrab disapa Said tersebut.

Dari informasi yang didapat, pengadu mempersoalan Bawaslu Provinsi Kepri membangun kerja sama dengan Universitas Batam (UNIBA). Karena sejumlah figur di kampus tersebut menjadi bagian tim sukses (timses) salah satu pasangan calon. Apalagi salah calon gubernur merupakan Ketua Senat di kampus tersebut.
“Persoalan itulah yang menjadi objek pengaduan ke DKPP. Karena Bawaslu harus menjaga integritasnya sebagai pengawas Pemilu, dengan tidak membangun kerja sama yang dapat mencederai otoritas Bawaslu sebagai Lembaga Pengawas Pemilu,” ujar salah satu sumber kemarin.

Seperti diketahui Pilkada Kepri yang digelar 9 Desember 2020 lalu berakhir dengan gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK). Lembaga hukum tersebut akan memutuskan, apakah gugatan yang dilayangkan oleh pasangan Isdianto-Suryani (Insani) tersebut diterima atau tidaknya adalah pada 18 Januari 2021 mendatang.

Lewat rapat pleno rekapitulasi tingkat Provinsi Kepri, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri beberapa waktu lalu, memutuskan pasangan nomor urut tiga, Ansar Ahmad-Marlin Agustina sebagai pemenang Pilkada Gubernur Kepri dan Wakil Gubernur Kepri yang digelar pada 9 Desember 2020 lalu. Pasangan tersebut meraih dukungan sebanyak 308.553 suara atau sebesar 39,97 persen.

Berdasarkan hasil pleno rekapitulasi Pilkada Kepri, pasangan nomor urut 1 Soerya-Iman meraih dukungan 183.317 suara. Pasangan nomor urut 2 Isdianto-Suryani mendapatkan suara 280.160. Sedangkan pasangan nomor urut 3 Ansar-Marlin mendapatkan dukungan 308.553.

Adapun total pemilih yang memberikan hak pilihnya di Pilkada Kepri kemarin adalah sebanyak 800.583 dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Provinsi Kepri 1.169. 946. Sedangkan jumlah suara yang sah adalah sebanyak 772.030. Sedangkan jumlah suara tidak sah sejumlah 28.553. (*)

Reporter: Jailani
Editor: tunggul