Metropolis

Biaya Umrah Naik jadi Rp 26 Juta

Dari Jedddah, jamaah menuju hotel di Makkah dan menjalani karantina tiga hari. (DOKUMENTASI AMPHURI)

batampos.id – Kementerian Agama (Kemenag) mengubah harga minimal atau tarif referensi umrah. Dari semula Rp 20 juta menjadi Rp 26 juta. Kenaikan harga minimal ini berlaku selama masa Pandemi Covid-19.

Kenaikan harga minimal umrah ini tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA). Besaran biaya umrah Rp 26 juta itu dihitung dari pelayanan di Indonesia dan di Arab Saudi. Mulai dari pelayanan jamaah umrah di tanah air, perjalanan menuju Arab Saudi, akomodasi selama di Arab Saudi, serta ongkos penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta ke Arab Saudi dan sebaliknya.

Kepala Kantor Kemenag Batam, Zulkarnain Umar membenarkan ada kenaikan harga referensi biaya umrah tersebut. Alasannya adalah mempertimbangkan masa Pandemi. Diketahui ongkos penyelenggara umrah di masa Pandemi ini menyalami kenaikan. Selain itu juga ada biaya untuk uji swab PCR.

Advertisement

“Karena fasilitasnya juga naik, karena harus ada swab PCR. Hotel yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi juga harus bintang lima,” ujar Zulkarnain, Senin (11/1/2021).

Selain itu, hotel yang biasanya diisi oleh empat orang per kamar, selama Pandemi ini menjadi maksimal dua orang. Kondisi ini tentu saja membuat biaya sewa kamar hotel menjadi lebih mahal. Begitu juga dengan ongkos transportasi bus di Arab Saudi, setelah adanya pembatasan daya tampung….. (Berita selengkapnya bisa dibaca di edisi Cetak besok)

Reporter: Rengga Yuliandra
Editor: Chahaya Simanjuntak