Bintan-Pinang

Rumah Tahfidz Baitul Quran, Kampung Sungai Jeram Kebanjiran, Santri Terpaksa Ngungsi

Aria, 18, salah satu santri rumah tahfidz ditemani santri lainnya Aril, 15, saat ditemui di Masjid Athorik, Kampung Sungai Jeram, Senin (11/1/2021) siang. (F.Slamet Nofasusanto/batampos.id)

batampos.id- Sejumlah santri Rumah Tahfidz Baitul Quran di Kampung Sungai Jeram, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, terkena dampak banjir. Aria, 18, salah satu santri rumah tahfidz ditemani santri lainnya Aril, 15, saat ditemui di Masjid Athorik, Kampung Sungai Jeram, Senin (11/1/2021) siang mengatakan, sudah dua kali pondoknya terendam banjir.

BACA JUGA: Polisi Salurkan Bantuan Sembako ke Korban Banjir di Kijang

Banjir yang terjadi pada Sabtu (2/1/2021) lalu, pondok santri di depan kebanjiran dengan ketinggian air mencapai setinggi leher. Akhirnya mereka mengungsi ke pondok di belakang yang bangunannya lebih tinggi. Namun, banjir tetap masuk ke pondok dua lantai itu dengan ketinggian sekira lutut.

Advertisement

“Yang banjir pertama setinggi leher di pondok depan, kalau di pondok belakang setinggi lutut, saat itu kami sempat ngungsi ke masjid. Nginap malam aja, siangnya bersih-bersih, soalnya rumah belakang di lantai dua isinya penuh dengan barang semua,” ujarnya.

Sedangkan banjir yang melanda, Minggu (10/1/2021) lalu, dia mengatakan, mereka hanya mengungsi ke pondok di belakang karena rumah di depan sudah terendam setinggi betis. “Banjir kedua kemarin, pondok depan sudah terendam, airnya lewat setinggi betis, kami ngungsi ke rumah belakang saja, jadi tidak sampai ngungsi ke masjid,” ujarnya.

Rumah Tahfidz Baitul Quran di Kampung Sungai Jeram terendam air setinggi betis, saat hujan Minggu (10/1/2021). (F.kiriman Surono untuk batampos.id)

Dia mengatakan, kalau kedua pondok tempat mereka terendam banjir, mereka terpaksa mengungsi ke masjid.”Kalau sudah banjir susah belajar aja,” katanya. Disinggung perhatian pemerintah dan pihak lain, ia mengaku ada bantuan yang diberikan pemerintah dan pihak lain.

Kades Lancang Kuning, Cholili Bunyani mengatakan, saat hujan deras, Minggu (10/1/2021), pihaknya sudah mendatangi pondok rumah tahfidz.

“Ya mereka sudah di rumah belakang, kemarin magrib sudah jumpai mereka, untuk sementara masih aman,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (10/1) malam. (*)

Reporter: Slamet
Editor: Tunggul