Metropolis

Walikota Batam Ajak Warga Jaga Protokol Kesehatan

batampos.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggelar sosialisasi Vaksinasi Covid-19 di Panggung Utama Dataran Engku Puteri, Batam Center, Senin (11/1). Sosialisasi ini bertujuan untuk mengedukasi dan menepis isu yang beredar terkait pelaksanaan vaksinasi ini.

Sosialisasi pelaksanaan vaksinasi di Batam.
foto: yulitavia / Batam Pos

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan sosialisasi ini bertujuan untuk menyukseskan dan berbagi informasi terkait vaksinasi. Saat ini masih banyak isu yang tidak berdasar yang beredar terkait vaksinasi ini.

“Narasumber sudah memaparkan tentang virus dan vaksin yang digunakan di Indonesia,” sebutnya.

Advertisement

Sementara ini vaksin yang akan digunakan adalah Sinovac yang merupakan asal China. Pemerintah memilih vaksin ini karena sesuai dengan kondisi negara ini.

“Vaksinasi ini harus kita sukseskan. Intinya pemerintah harus menyelesaikan persoalan ini dalam waktu dekat ini, dan semua harus divaksin, mudah-mudahan vaksin ini cukup,” ujarnya.

Untuk tahap pertama vaksin akan diberikan kepada mereka yang masuk dalam skala prioritas, seperti tenaga medis, perangkat daerah dan selanjutnya masyarakat Batam.

Rudi mengungkapkan kebijakan pelaksanaan vaksin ini berdasar dari pusat. Untuk jadwal vaksin masyarakat masih menunggu dari pusat, termasuk teknis pelaksanaan nanti.

“Tunggu dulu. Karena jumlah vaksin kita belum banyak. Kalau harapan saya vaksin semua masyarakat ini,” imbuhnya.

Ia menegaskan meskipun vaksinasi sudah berjalan nantinya, pelaksanaan 3M harus tetap dijalankan. Ke depan akan ada peningkatan pengawasan agar masyarakat bisa patuh, dan kasus ini bisa ditekan, dan selesai ditangani

“Kondisi saat ini sangat berisiko. Ekonomi Batam sudah sangat jatuh, hasil bumi kita tidak ada dan hanya mengharapkan jasa serta investor. Sekarang stagnan semua. Jadi persoalan ini harus segera dituntaskan,” tegasnya.

Rudi mengungkapkan tidak akan membatasi kegiatan masyarakat, namun harus tetap menegakkan protokol kesehatan ini. Ia berharap semua yang hadir dalam sosialisasi ini bisa menjadi penyampai informasi kepada masyarakat.

“Teknisnya sudah ada. Mereka yang punya penyakit bawaan tokoh dipastikan, karena ditakutkan ada masalah. Pemeriksaan kesehatan penerima vaksin harus diperhatikan. Kalau tidak ada masalah Maret nanti vaksin ini bisa berjalan lagi,” terangnya.

Pertahankan protokol kesehatan, agar semua perekonomian bisa bertahan menghadapi pandemi ini. Secepatnya tim kesehatan akan segera turun dan menyampaikan informasi terkait vaksin ini. (*)

Reporter : YULITAVIA
Editor : PUTUT