Bintan-Pinang

13 SD di Bintan Terdampak Banjir dan Longsor

Kadis Pendidikan Bintan, Tamsir meninjau salah satu SD di Kecamatan Bintan Timur yang terkena banjir hingga membuat bukunya rusak akibat banjir, Minggu (10/1/2021). (F.Disdik Bintan untuk batampos.id)

batampos.id– Sebanyak 13 Sekolah Dasar (SD) terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Bintan. “Ya sementara ada 13 SD yang terkena dampak banjir, tanah longsor, angin kencang.

Ada yang buku dan ruang kelas tergenang air, ada yang longsor, ada yang plapon ruang kelas roboh, bocor dan pagar sekolah yang roboh,” ujar Bupati Bintan Apri Sujadi saat rapat koordinasi penanganan pascabanjir dan tanah longsor di Kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Selasa (12/1/2021).

BACA JUGA :  3 Desa di Tambelan, Bintan Banjir

Advertisement

Adapun 13 SD itu yakni SDN 010 Bintan Timur air masuk ruang kelas, SDN 003 Toapaya air masuk ruang kelas, SDN 005 Binut air masuk ruang kelas, SD Kristen Calisa air masuk ruang kelas, SDN 002 Teluk Sebong air masuk ruang kelas, SDN 009 Bintan Utara air masuk ruang kelas, SDN 014 Teluk Bintan air masuk ruang kelas, SDN 007 Seri Kuala Lobam plapon bocor, SDN 009 Gunung kijang longsor dan air masuk ruang kelas, SDN 003 Bintan Pesisir, plapon 1 ruang kelas ruang kelas roboh, SDN 006 Bintan Utara atap bocor, dan plapon lepas, SDN 001 Toapaya pagar roboh 15 meter dan plapon roboh 1 ruang kelas dan SDN 004 Teluk Sebong tanah longsor dan air masuk ruang kelas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bintan, Tamsir menuturkan tidak ada kerusakan bangunan yang parah namun memang hanya sarana dan prasarana belajar yang rusak seperti meja, buku dan lainnya.

“Itu terjadi hanya semua sekolahan di jenjang SD, untuk SMP tidak ada yang terkena banjir maupun tanah longsor,” ujarnya. Menurutnya, dari data tersebut kerusakan yang paling parah hanya menimpa 3 sekolahan saja.

Tumpukan buku yang rusak akibat banjir, Minggu (10/1/2021). (F.kiriman Johari untuk batampos.id)

Sekolah yang sarana dan prasarana belajarnya rusak parah akibat terendam banjir adalah SDN 010 Bintan Timur, SDN 003 Toapaya dan SDN 005 Bintan Utara dan SD Calista. “Banjir setinggi hampir 1,2 meter itu membuat seluruh buku, meja dan alat belajar lainnya rusak total. Sehingga barang-barang tersebut tak dapat dipergunakan lagi,” jelasnya.

Dikatakannya juga bahwa saat ini Disdik Bintan telah berkoordinasi dengan kepala sekolah untuk menginventarisir sarana dan prasarana belajar yang rusak. Untuk sekolah yang terdampak banjir, ia meminta agar guru dan komite untuk bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah masing-masing.

Ia juga mengimbau seluruh kepala sekolah dan guru serta para orangtua agar terus waspada karena curah hujan masih tinggi untuk beberapa hari ke depan. “Untuk infrastruktur sekolah yang rusak berat nanti di anggarkan saat APBD P 2021 , namun kebutuhan sarana belajar yang rusak seperti buku akan dimaksimalkan penggunaan dana BOS,” tutupnya.

Sementara Kabid SD pada Dinas Pendidikan Bintan, Johari saat dihubungi, Selasa (12/1) mengatakan, ada 3 sekolah yang benar-benar sarana dan prasarana sekolahnya rusak akibat banjir. “SDN 10 di Bintan Timur, SDN 3 di Toapaya dan SDN 5 di Bintan Timur,” ujarnya.

Ia menyebut, buku belajar sampai buku di perpustakaan sekira 60 persen basah dan rusak. Sedangkan mobeler juga rusak. “Banjir susulan kemarin lebih parah, banyak buku yang rusak dan basah. Kuris meja kaki-kakinya terendam air,” katanya.

Terkait hal ini, dia mengatakan telah meminta pihak sekolah mendatanya. “Kerugiannya masih kita hitung, karena kita masih menunggu laporan dari masing-masing sekolah yang terkena dampak banjir,” ujarnya saat ditanya berapa kerugian yang diakibatkan banjir. (*)

Reporter: Slamet
Editor: tunggul