Home

ATB Bersiap Kembali Kelola Air Bersih di Batam

batampos.id – PT Adhya Tirta Batam (ATB) akan mengikuti lelang pengelolaan air bersih yang akan digelar BP Batam awal Februari men­da­­tang. Perusahaan yang per­nah mengelola air bersih Batam selama 25 tahun terak­hir ini optimistis, dapat bersaing dengan kontestan lainnya.

Foto: Iman Wachyudi / Batam Pos

”Tim pengembangan bisnis ATB tetap siaga mempersiapkan lahir dan batin untuk bisa bersaing dalam lelang nanti,” kata Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus, Minggu (10/1/2021).

Ia memberikan catatan kepada BP Batam, bahwa lelang terbuka tersebut harus adil atau fair dan jangan mendiskreditkan salah satu kontestan.

Advertisement

”Jangan ada syarat-syarat yang dikondisikan, sehingga membuat posisi jadi sulit,” ucapnya.

Salah satu senjata pamungkas yang dipersiapkan ATB yakni pengembangan teknolog­i baru yakni teknologi penca­tatan meter air pelanggan se­cara otomatis atau yang di­kenal dengan Automatic Meter­ Reading (AMR). Pencatatan me­ter merupakan sebuah pro­ses yang sangat penting dalam pelayanan untuk pelanggan.

Sebenarnya, sudah banyak PDAM yang menggunakan catat meter berbasis teknologi. Namun, karena sistem yang dibangun belum terintegrasi dengan baik, maka keakuratan hasil dari pencatatan sering memicu masalah antara PDAM dengan pelanggan.

Permasalahan terbesar adalah terjadi selisih antara pemakaian air dengan tagihan air yang harus dibayar.

”Pencatatan meter membutuhkan keakuratan yang tinggi. Karena itu, sistem harus dibangun dan dikelola secara profesi­onal agar pelanggan dapat terlayani dengan baik dan tidak merugikan pelanggan,” ujarnya.

ATB membangun sistem Mobile Meter Reading (MMR) dan AMR, paduan hardware dan software yang dirancang untuk menghasilkan pembacaan meter lebih akurat. Begitu juga pengiriman data bacaan, secara realtime disertai bukti foto dan koordinat akan membuat data bacaan meter lebih mudah untuk dianalisis. Termasuk, jika terjadi pemakaian air terlalu tinggi atau rendah rendah

“Kami juga dapat mengidentifikasi bila terjadi kebocoran jaringan pipa pelanggan. Ada kode peringatan bila ada kejadian khusus. Sehingga dapat dilakukan tindakan lebih cepat sebelum terjadi kerugian yang lebih besar,” jelas Maria.

Dengan sistem yang dikembangkan oleh ATB, petugas tidak hanya diharuskan meng-input data penggunaan air pelanggan, namun juga diwajibkan melampirkan foto aktual dari meter air tersebut, sehingga hasil pembacaannya lebih akurat.

Sistem catat meter berbasis digital memungkinkan ATB untuk menggunakan piranti dengan frekuensi radio dan GPS. Sehingga, dapat menjangkau area yang luas dan tempat yang sulit. Melalui alat tersebut, petugas dapat mengetahui konsumsi dan debit air setiap pelanggan meski tidak datang ke lokasi.

“Melalui teknologi tersebut, data pemakaian air dari setiap pelanggan dapat ditampilkan secara informatif dan real time,” pungkas Maria.

Sebelumnya, BP Batam menyatakan lelang pengelolaan air bersih Batam akan segera dimulai akhir Januari dan paling lambat awal Februari mendatang. Lelang ini bersifat terbuka. Nantinya, akan ada dua tender. yakni, pengelolaan air di bagian hulu dan di hilir.

”Nanti, pengelolaannya dibagi menjadi hulu dan hilir,” kata Ketua Tim Pengendali Teknis Monitoring dan Evaluasi (Monev) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam, Arham S Torik, di Gedung Marketing Centre BP Batam, Kamis (7/1/2021).

Ia menjelaskan, pengelolaan di hulu dimulai dari daerah tangkapan air (DTA), waduk, hingga instalasi pengolahan air (IPA).

”Sedangkan hilir dari Non Revenue Water (NRW), distribusi air bersih hingga pelayanan,” terangnya.

Dengan pembagian hulu dan hilir, maka BP Batam akan mengadakan dua tender.

”Siapapun itu (pemenang lelang), tidak boleh kuasai dari hulu sampai ke hilir. Swasta hanya sebagai operator dan pemeliharaan saja,” ucapnya. (***)

 

 

Reporter : Rifki Setiawan
Editor : RATNA IRTATIK