Nasional

Basarnas Minta Warga Waspada

Rawan Bencana sepanjang Januari 2021

PETUGAS Basarnas mengevakuasi 2 jasad pekerja bangunan yang tewas tertimpa longsor di Bukit Senyum, Sabtu (9/1) dini hari. (F. BASARNAS UNTUK BATAM POS)

batampos.id – Kepala Basarnas Tanjungpinang, Mumin Maulana, mengingatkan masyarakat Kepri untuk terus waspada terhadap bencana banjir, tanah longsor, maupun potensi bencana lain akibat cuaca buruk. Kewaspadaan itu perlu ditingkatkan sepanjang Januari 2021 ini.

“Tetap waspada. Apalagi beberapa hari ini sering terjadi banjir dan tanah longsor. Potensi itu masih ada,” kata Mu’min kepada Batam Pos, Senin (11/1).

Mumin merujuk informasi yang diterbitkan BMKG, bahwa di sepanjang Januari, cuaca di perairan Kepri masih tidak menentu. Angin kencang disertai hujan lebat bakal memicu gelombang air laut yang tinggi.

Advertisement

“Masyarakat yang memanfaatkan angkutan penyeberangan dan yang melakukan usaha di lautan harus lebih hati-hati,” pintanya.

Ia meminta peran semua lapisan masyarakat untuk ikut andil, karena keselamatan itu tanggung jawab semua warga negara. “Keselamatan jiwa itu sudah masalah kamanusiaan,” paparnya.

Di tempat terpisah, Polresta Barelang mengerahkan puluhan personel untuk membantu masyarakat yang terkeba musibah, Senin (11/1) pagi. Kegiatan ini berlangsung di wilayah Nongsa dan Tanjung Sekuang, Batuampar.

Kapolresta Barelang, Kombes Yos Guntur Yudi Fauris Susanto mengatakan, puluhan personel tersebut membantu membersihkan drainase di wilayah Nongsa. Seperti di Perumahan Green City, Perumahan Devely Recidence, dan Kampung Jabi.

“Ada dua alat berat beko yang disediakan membantu membersihkan drainase. Karena rumah warga ini terkena dampak banjir,” ujar Yos.

Sedangkan di kawasan Batuampar, pihaknya membantu membersihkan puing-puing rumah yang terkena dampak longsor.

“Intinya Polresta Barelang bersedia membantu keperluannatau yang dibutuhkan warga saat terkena bencana,” tegasnya.

Titik Banjir Masih Sama

Sementara itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengakui persoalan banjir yang terjadi saat ini belum berhasil diatasi. Titik banjir yang terjadi beberapa ini merupakan titik banjir yang sudah ada di awal tahun lalu.

“Persoalan banjir ini belum bisa tuntas. Saya habis ini akan rapat di BP Batam membahas penanganan banjir,” ujarnya, usai memimpin sosialisasi vaksinasi di Dataran Engku Putri, Senin (11/1).

Rudi mengakui, persoalan banjir ini masih terkait aliran air atau drainase yang kecil dan sampah yang menyumbat drainase, serta bangunan yang berdiri menutupi saluran air.

Rudi menyebut ada 54 titik banjir yang masih ditangani Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air dan BP Batam.

Ia menyebutkan, alat berat sudah ada di lapangan dan bekerja. Meskipun belum maksimal hasilnya, sehingga banjir masih terus berulang. Hal ini ditambah intensitas hujan yang cukup tinggi. Sehingga air kembali mengenai jalan hingga rumah warga.

Akibat genangan air, beberapa ruas jalan juga jadi rusak. Dalam waktu dekat akan diperbaiki. Sehingga tidak membahayakan pengendara yang melintas.

“Ini masalah kita semua. Jadi tidak hanya pemerintah. Kemarin sudah saya sampaikan faktor tingginya pembangunan juga mempengaruhi banjir ini. Mudah-mudahan pengerjaan yang sedang berlangsung sekarang ini bisa segera menyelesaikan persoalan banjir ini,” ujarnya.

Selain itu, ia akan kembali menggalakkan gotong royong mulai dari perangkat RT/RW, lurah, dan kecamatan agar lebih peduli dengan lingkungan sekitar. Kebersihan gorong-gorong juga bisa menekan terjadinya banjir.

“Kalau aliran air lancar, banjir tidak terjadi. Jadi nanti saya akan buat surat edaran lagi, agar kita semua peduli dengan lingkungan,” ungkapnya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI
YULITAVIA
Editor : YUSUF HIDAYAT