Home

Biaya Umrah Naik selama Pandemi Covid-19 sebab Ada Biaya PCR dan Hotel Bintang Lima

batampos.id – Kementerian Agama (Kemenag) mengubah harga minimal atau tarif referensi umrah. Dari semula Rp 20 juta menjadi Rp 26 juta. Kenaikan harga minimal ini berlaku selama masa pandemi Covid-19.

Ilustrasi – Suasana Masjidil Haram diambil dari Balcony The Makkah Clock Tower Museum, Mekah, Arab Saudi, Jumat (6/9/2019). Pascamusim haji, Masjidil Haram kini dipadati jemaah umrah yang datang dari berbagai negara. (F.Antara /Hanni Sofia/wpa/aww)

Kepala Kantor Kemenag Batam, Zulkarnain Umar, membenarkan ada kenaikan harga referensi biaya umrah tersebut. Alasannya, mempertimbangkan masa pandemi. Diketahui, ongkos penyelenggaraan umrah di masa pandemi ini mengalami kenaikan. Selain itu, juga ada biaya untuk uji swab PCR.

”Karena fasilitasnya juga naik, karena harus ada swab PCR. Hotel yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi juga harus bintang lima,” ujar Zulkarnain, Senin (11/1/2021).

Advertisement

Selain itu, hotel yang biasanya diisi oleh empat orang per kamar, selama pandemi ini menjadi maksimal dua orang. Kondisi ini tentu saja membuat biaya sewa kamar hotel menjadi lebih mahal. Begitu juga dengan ongkos transportasi bus di Arab Saudi, setelah adanya pembatasan daya tampung.

Zulkarnain menambahkan, saat ini ibadah umrah sudah dibuka kembali. Tidak terkecuali di Kota Batam, namun tentunya dengan protokol kesehatan (protkes) yang ketat.

Sudah ada yang berangkat. Apakah nanti diprioritaskan yang ditunda kemarin, sepenuhnya wewenang agen travel, karena proses keberangkatan ada di pihak travel,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam memastikan calon jemaah haji asal Batam bisa kembali melaksanakan ibadah umrah di Arab Saudi.

Ada sejumlah syarat peserta umrah yang diberikan pemerintah Arab Saudi. Di antaranya, pembatasan usia minimal 18 tahun dan maksimal 50 tahun.

Masyarakat Batam yang melaksanakan umrah, juga wajib dikarantina selama 3 hari di hotel yang sudah disiapkan pemerintah Arab Saudi. Di sana, juga wajib melaksanakan swab test dan bagi mereka yang nonreaktif, maka diperbolehkan melaksanakan umrah.

”Pembatasan-pembatasan ini sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah Arab Saudi di dalam pencegahan Covid-19 di sana,” terang Zulkarnain.

Sedangkan terkait kenaikan harga minimal umrah, tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA). Besaran biaya umrah Rp 26 juta itu dihitung dari pelayanan di Indonesia dan di Arab Saudi.

Mulai dari pelayanan jemaah umrah di Tanah Air, perjalanan menuju Arab Saudi, akomodasi selama di Arab Saudi, serta ongkos penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta ke Arab Saudi dan sebaliknya. (*)

 

Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK