Metropolis

Dua Rumah di Tanjungriau Porak Poranda Dihantam Puting Beliung

Atap rumah yang diterbangkan angin. (f.eusebius/batampos.id)

batampos.id – Angin kencang atau puting beliung hantam dua rumah di kampung Bukit RT 02/RW 16, Kelurahan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, Selasa (12/1/2021) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Rumah milik keluarga almarhum Mulyadi dan Andi ini porak poranda sebab atap rumah mereka terangkat dan terbang dibawa angin.

BACA JUGA: Atap Rumah Talib di Kampung Keter Tengah, Bintan Diterbangkan Angin Kencang

Kerusakan ringan juga terjadi pada rumah keluarga Lukman yang berada di tengah dua rumah yang rusak berat itu. Sebab, tertimpa atap rumah keluarga almarhum Mulyadi. Rumah keluarga Lukman lebih rendah sehingga luput dari hantaman puting beliung tadi. Andi pemilik rumah yang rusak berat menuturkan, puting beliung terjadi saat wilayah Tanjungriau dan sekitarnya sedang gerimis.

Advertisement

“Memang ada tanda-tanda mau puting beliung. Mulanya angin sedang, kemudian kencang sampai goyang- goyang atap rumah, makanya kami sekeluarga cepat-cepat keluar. Setelah kami keluar barulah muncul angin puting beliung dan atap rumah langsung terangkat,” ujar Andi.

Begitu juga dengan dua keluarga lainnya juga sudah antisipasi dengan keluar dari dalam rumah. Saat puting beliung terjadi mereka semua berada di luar rumah sehingga tidak ada korban luka ataupun jiwa dalam kejadian tersebut. “Alhamdulillah Allah masih melindungi kami semua,” ujar Nur, anggota keluarga korban puting beliung lainnya.

Rumah keluarga Almarhum Mulyadi berlantai dua sehingga paling pertama rusak. Atap rumah keluarga Mulyadi menimpah rumah keluarga Lukman. Selanjutnya rumah keluarga Andi yang mana atapnya terbang ke arah bukit yang memang masih lahan kosong. “Angin dari bawa makanya atap terbang ke arah bukit,” kata Andi.

Andi dan keluarga cukup sedih dengan musibah tersebut sebab atap rumah yang rusak itu baru saja diganti sepekan yang lalu. “Baru dua hari yang lalu kami siap pasang spandek. Mau gimana lagi namanya musibah,” ujar Andi.

Selain bagian atap rumah yang rusak, seluruh perabotan rumah tangga dari dua rumah yang atapnya diterbangkan angin juga rusak karena basah. Rumah keluarga Andi misalkan, mulai dari sofa, kasur dan perabotan dapur semuanya basah. “Hancur total, karena setelah atap diterbangkan angin hujan masih turun,” ujar Andi.

Kejadian ini langsung langsung ditanggapi pihak kelurahan Tanjungriau yang datang ke lokasi bencana. Di sana petugas kelurahan mencatat dan mendata kerugian keluarga korban yang rumahnya rusak. “Langka pertama buat laporan ke Dinas terkait. Selanjutnya kita kerahkan masyarakat sekitar untuk gotong royong membereskan puing-puing kerusakan rumah tersebut. Kita juga usulkan bantuan ke Dinas Terkait untuk meringankan beban keluarga yang tertimpa bencana ini,” ujar lurah Tanjungriau Agus Sofyan. (*)

Reporter: Eusebius Sara
Editor: tunggul