Nasional

Dua Vendor Penyalur Bansos Digeledah

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri (Antara)

batampos.id – Tim Penindakan Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) kemarin melakukan penggeledahan di dua lokasi. Yakni di kantor PT Mesail Cahaya Berkat dan kantor PT Junatama Foodia. Dua perusahaan itu merupakan rekanan bansos Covid-19.

Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri mengatakan kegiatan itu merupakan pengembangan dari penyidikan perkara suap terkait bansos Covid-19 di Kemensos dengan tersangka Juliari P. Batubara.

Berdasar dokumen yang diperoleh Jawa Pos (grup Batam Pos), PT Mesail yang berkantor di Soho Capital Podomoro City Jakarta itu mendapat kuota sebanyak 250 ribu paket bansos di tahap 7. Nilai kontraknya Rp 67,5 miliar. Sementara PT Junatama yang beralamat di Metropolitan Tower TB Simatupang Jakarta Selatan itu merupakan salah satu rekanan kuota ‘jumbo’. Perusahaan itu mendapat jatah 1.613.000 paket yang dikerjakan dalam 7 tahap, yakni tahap 5-11. (tyo)

Advertisement

“Terkait penyidikan dugaan korupsi di Kemensos dengan tsk JPB dkk hari ini, Senin (11/1), Tim Penyidik KPK melakukan penggeledahan di dua lokasi,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (11/1).

Ali menjelaskan, KPK menggeledah PT. Mesail Cahaya Berka SOHO CAPITAL SC-3209 Podomoro City Jl. Letjend S. Parman Kav 28 dan PT. Junatama Foodia Metropolitan Tower TB Simatupang, Jl. RA. Kartini lantai 13.

Ali menyampaikan, penggeledahan ini mendalami ke dua perusahaan yang diduga ada kaitannya dengan kegiatan pengadaan Bansos di Kemensos, PT Mesail Cahaya Berkat dan PT Junatama Foodia.

“Di gedung ini, KPK menggeledah kantor dua perusahaan yakni PT Mesail Cahaya Berkat dan PT Junatama Foodia. Hingga saat ini, penggeledahan masih berlangsung,” ucap Ali.

Kendati demikian, Ali masih enggan menjelaskan informasi soal hasil penggeledahan serta keterkaitan dua perusahaan tersebut dalam proyek bansos ini. Mengingat masih ada rangkaian proses hukum yang perlu dilaksanakan KPK.

“Perkembangannya akan kami informasikan lebih lanjut,” pungkas Ali.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka. Sebagai tersangka penerima suap diantaranya Juliari Peter Batubara selaku Menteri Sosial (Mensos); Matheus Joko Santoso (MJS) selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kemensos dan seorang berinisial AW. Selain itu sebagai pemberi suap KPK menetapkan, Aardian I M (AIM) dan Harry Sidabuke (HS) selaku pihak swasta. (*)

Sumber : JP Group
Editor : Jamil Qasim