Total Football

Lewy Kenang Klopp sebagai Sosok Bad Teacher

Striker Bayern Muenchen Robert Lewandowski. (F. Andreas Gebert/POOL/AFP)

batampos.id – Pemain terbaik FIFA 2020 Robert Lewandowski ternyata punya kisah tak terlupakan bersama Juergen Klopp. Ini saat keduanya masih berada dalam satu klub yang sama di Bundesliga, yakni Borussia Dortmund.

Saat itu Klopp menjadi manajer klub berjuluk Die Borussen ini. Sementara Lewy, panggilan Lewandowski, adalah ujung tombak utama Dortmund.

Lewy mengenang Klopp laiknya “bad teacher”. Tetapi justru Klopp yang mampu membimbingnya jadi penyerang produktif di Dortmund.

Advertisement

Ia menceritakan jika perjalanannya karirnya di Bundesliga tidaklah mudah. Lewy mengaku tak familiar dengan posisi No 10 dan sempat menemui kesulitan berlatih di bawah arahan Klopp.

Meski begitu segalanya mulai membaik usai kekalahan di Liga Champions dari Marseille, September 2011. Waktu itu, Lewy mengonfrontasi soal apa yang diinginkannya dan setelahnya ia berkembang pesat.

BACA JUGA : Klopp Bantah Mo Salah Tak Bahagia di Anfield

Kepada Players’ Tribune, Lewandowski mengatakan jika Klopp bukan hanya sekadar seorang ayah baginya. “Sebagai pelatih, dia seperti ‘bad’ teacher. Dan saya mengatakan itu dalam arti yang bagus,” tuturnya.

“Biar saya jelaskan. Coba pikir kembali ketika kalian masih di sekolah. Guru mana yang paling kalian ingat? Tentunya bukan yang membuat hidup kalian mudah dan tidak berharap apa pun darimu. Tidak, tidak, tidak,” kata lewy.

“Anda pasti mengingat bad teacher, sosok yang paling tegas denganmu. Sosok yang membuat Anda dalam tekanan dan berusaha melakukan segalanya demi mengeluarkan kemampuan terbaikmu. Itu adalah guru yang membuatmu jadi lebih baik, bukan begitu? Dan Klopp adalah seperti itu,” tambahnya.

Lewy juga mengatakan jika Klopp adalah sosok yang tidak pernah puas untuk berkembang. Ia selalu meminta anak asuhnya bisa menjadi yang terbaik.

“Dia tidak puas untuk membiarkanmu jadi murid B, kalian tahu? Klopp menginginkan murid A+. Dia tidak menginginkan itu untuk dirinya. Dia menginginkannya untuk dirimu sendiri,” tegas Lewy.

“Dia mengajarkan saya banyak hal. Ketika saya tiba di Dortmund, saya ingin melakukan segalanya dengan cepat, umpan kuat, hanya satu umpan. Jurgen mengajari saya cara untuk tenang, untuk mengambil dua sentuhan jika diperlukan,” terang dia.

“Itu jelas-jelas bertentangan dengan sifat alami saya, namun setelahnya saya justru mulai mencetak lebih banyak gol,” tuturnya. “Ketika saya memiliki gol, dia langsung menantang saya untuk mempercepatnya. Satu sentuhan. Boom. Gol. Dia membuat saya melambat demi mempercepat saya. Itu terdengar sederhana, namun itu sangat genius,” puji Lewy.

Lewandowski terus menjadi mesin gol sejak kepindahannya ke Bayern di tahun 2014. Dan sosoknya terpilih sebagai Pemain Terbaik FIFA untuk 2020 kemarin. (*)

Reporter: Ryan Agung
Editor: Putut Aryo