Metropolis

Pengacara : Sutrisman Tak Pernah Palsukan Surat Alas Hak

batampos.id – Kasus dugaan pemalsuan tanda tangan di surat alas hak lahan yang ada di Pantai Reviola, Jembatan Enam Barelang dengan terdakwa Sutrisman alias Apeng, ditegaskan Bambang Yulianto selaku kuasa hukum terdakwa, bukan merupakan dokumen perusahaan (PT Samudra Indah Pratama), namun merupakan pribadi.

Bambang Yulianto
foto: Galih AS / Batam Pos

“Surat alas hak berjumlah sembilan yang dibilang oleh pelapor atas nama Yusrizal mantan Camat Galang itu memang benar dimiliki terdakwa. Namun semua surat itu didapatkan dari orangtuanya, pamannya dan saudaranya. Jadi terdakwa bukannya memalsukan surat itu atau membuat sendiri surat yang dikatakan palsu itu,” ujar Bambang, Selasa (12/1/2021)

Luas lahan yang tertera di surat alas hak yang dimiliki terdakwa Sutrisman, lanjut Bambang, seluas kurang lebih 10 hektare. Dari sembilan surat alas hak yang didapatnya dari orangtuanya serta saudaranya itu, lima surat alas hak oleh pelapor dinyatakan tandatangannya dipalsukan.

Advertisement

“Makanya kami bingung, terdakwa ini dijerat pasal pemalsuan dokumen. Padahal dokumen surat alas hak itu didapat dari keluarga dan saudaranya, bukan dia membuat dokumen itu sendiri. Kalaupun dibilang tandatangan di surat itu dipalsukan, yang bisa membuktikan itu palsu atau tidak kan harus diuji di lab forensik,” tanya Bambang.

Surat alas hak sendiri di kop surat dan ditandatangani oleh Kades Karas atas nama Jaafar Madun dan Camat Galang Yusrizal pada tahun 1995.

Sementara salah satu saksi yang menandatangani surat alas hak atas nama Jaafar saat ini sudah meninggal dunia. Sedangkan mantan Camat Galang Yusrizal, bersikukuh tak pernah membubuhkan tandatangannya di surat alas hak yang dipegang oleh terdakwa Sutrisman.

Dari situlah, lanjut Bambang, kasus tersebut bergulir hingga ke meja hijau dan penahanan terdakwa Sutrisman.

Bambang berharap, pihak pengadilan dan kepolisian bisa mengungkap siapa yang memalsukan tandatangan mantan Camat Galang, dan pihak yang terlibat dalam pemalsuan tandatangan di surat alas hak yang dimiliki terdakwa, di hadapan persidangan.

“Di persidangan selanjutnya, kami akan membuktikan berdasarkan barang bukti yang kami miliki, kalau terdakwa ini tidak pernah memalsukan surat alas hak, dan belum mendapatkan keuntungan dari surat yang dikuasainya itu,” tegas Bambang.

Untuk diketahui, terdakwa oleh jaksa penuntut umum (JPU) dijerat dengan pasal 263 KUH Pidana ayat 1 juncto pasal 79 tentang memalsukan dokumen surat yang dapat menimbulkan hak, perikatan atau pembebasan utang atau yang diperuntukkan sebagai bukti dari sesuatu hal, dengan maksud untuk memakai atau menyurung orang lain memakai surat tersebut, seolah-olah isinya benar atau tidak palsu.

Tak hanya itu saja. Terdakwa juga dijerat pasal 263 ayat 2 juncto pasal 79 KUH pidana tentang dengan sengaja menggunakan dokumen palsu atau dipalsukan, seolah-olah dokumen tersebut asli dan tidak dipalsukan kalau hal mempergunakan mengakibatkan kerugian.

Diberitakan sebelumnya penyidik Ditreskrimum Polda Kepri melimpahkan tahap dua terdakwa dan barang bukti atas nama Sutrisman alias Apeng ke Kejati Kepri. (*)

 

Reporter : GALIH ADI SAPUTRO