Total Football

Soal Masa Depan Eriksen, Pelatih Denmark Kecam Inter Milan

Gelandang Inter Milan Christian Eriksen. (F. Vbet News)

batampos.id – Pelatih tim nasional Denmark memberikan kecaman pada raksasa italia Inter Milan. Menurutnya Inter telah menyia-nyiakan bakat gelandang kreatif asal Denmark Christian Eriksen.

Hal ini terkait dengan keputusan Nerazzurri untuk memasang Eriksen dalam bursa transfer musim dingin. Eriksen dianggap tidak memenuhi ekspektasi sejak pindah ke Inter dari Tottenham Hotspur, musim dingin 2020 kemarin.

Sejak merapat ke Inter, Eriksen kesulitan untuk mereplika performa apiknya sewaktu masih di London utara. Seiring dengan Euro 2020 yang akan digelar pada musim panas nanti, Hjulmand ingin Eriksen bisa kembali ke performa terbaiknya.

Advertisement

Hjulmand sendiri mengaku heran dengan pelatih Antonio Conte yang terus mencadangkan Eriksen. “Christian bermain terlalu sedikit pada 2020,” ujarnya kepada Ekstra Bladet.

BACA JUGA: Eriksen Kemungkinan Besar Akan Reuni dengan Pochettino di PSG

“Dengan dia duduk di bangku cadangan, itu benar-benar menyia-nyiakan kualitasnya. Dia itu sangat, sangat bagus untuk menjadi pemanas bangku cadangan. Ketika saya melihat apa yang bisa dia lakukan, saya harap dan percaya bahwa lebih banyak waktu bermain menantinya tahun ini,” ungkap Hjulmand.

Spekulasi menyebut jika Eriksen bakal pulang ke Premier League. Tetapi kedatangan Mauricio Pochettino di Paris Saint-Germain membuatnya diisukan bakal pindah ke Ligue 1. Hjulmand tidak tahu soal masa depan bintang 28 tahun tersebut, namun berharap dia membuat keputusan yang tepat.

“Saya yakin Christian akan membuat keputusan tepat yang menguntungkan, baik itu untuk kariernya di klub dan tim nasional Denmark,” tegasnya.

Sekali pun Eriksen mengahbsikan enam bulan ke depan dengan duduk di bangku cadangan, posisinya di skuad Denmark tidak dalam bahaya. hanya saja Hjulmand mengaku khawatir soal kurangnya minute play Eriksen.

“Saya tidak mengkhawatirkan pemain terbaik,” lanjutnya. “Namun ketika Anda mencermati itu, itu bisa mengkhawatirkan bahwa di sana tidak ada minim waktu bermain,” sergahnya.

“Pemain sehebat apapun akan mengalami kesulitan untuk tampil di level tertinggi jika minim waktu bermain,” tegas Hjulmand.

Denmark berada di Grup B pada Euro mendatang. Denmark akan bersaing dengan Belgia, Finlandia dan Rusia untuk bisa lolos dari fase grup. (*)

Reporter: Ryan Agung
Editor: Putut Aryo