Bintan-Pinang

Aceng Minta Pembunuh Anaknya Dihukum Berat, Ali Peragakan 16 Adegan saat Rekonstruksi

Tersangka, M Ali, 23, saat memperagakan salah satu adegan rekonstruksi pembunuhan di Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, di markas Polsek Bintan Utara di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Rabu (13/1/2021). (F.Slamet Nofasusanto/batampos.id)

batampos.id- Penyidik Satreskrim Polres Bintan menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Juni Riwan, 40, dengan tersangka, M. Ali, 23, di Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, yang terjadi Jumat (1/1/2021) malam. Rekonstruksi berlangsung di markas Polsek Bintan Utara di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Rabu (13/1/2021).

BACA JUGA: Warga Tionghoa di Berakit Jadi Korban Pembunuhan

Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Dwi Hatmoko mengatakan, total ada 16 adegan dalam rekonstruksi kasus pembunuhan di Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong. Dalam rekonstruksi itu, tersangka memperagakan mulai awal mendatangi rumah orangtua korban hingga menikam korban bertubi-tubi dengan pisau sampai dengan meninggal dunia.

Advertisement

Orangtua korban, Aceng menyaksikan rekonstruksi yang juga diperagakan abang tersangka bernama Hamka serta dua orang saksi lain bernama Sugiyanto dan A Hong.

“Saya minta pembunuh anak saya dihukum seberat-beratnya sesuai perbuatannya,” ujar Aceng pada saat menyaksikan rekonstruksi. Rekonstruksi juga dihadiri anggota keluarga korban, jaksa, pihak pengadilan dan anggota Polsek dan Polres Bintan yang mengawal pelaksanaan rekonstruksi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tersangka bersama teman-temannya mendatangi rumah orangtua korban atas undangan bosnya. Di sana, mereka semua minum alkohol. Tidak lama, teman korban yang bernama Adi terlibat cekcok dengan tersangka. Kemudian dilerai korban hingga memukul abang tersangka.

Usai kejadian itu, tersangka tidak terima abangnya dipukul. Awalnya tersangka mengajak duel korban, namun tersangka kalah. Tersangka lalu mengambil pisau dapur dan berkali-kali menikam korban sampai terkapar dan meninggal dunia. (*)

Reporter: Slamet
Editor: Tunggul