Metropolis

Ada 1.928 Janda di Batam

ilustrasi (unsplash.com)

batampos.id – Kantor Pengadilan Agama (PA) Kota Batam mencatat ada 1.928 janda di Batam sepanjang 2020.

BACA JUGA:
78 Persen Pria Memilih Janda
Camat Moro, Karimun Berbagi Kasih kepada Janda dan Lansia

Wakil Pengadilan Agama Batam, Syarkasyi mengatakan, sebanyak 1.928 kasus perceraian sudah diterbitkan akta perceraiannya. Sedangkan total keseluruhan dari Januari sampai Desember 2020, jumlah kasus yang ditangani PA Kota Batam mencapai 2.141 kasus.

Advertisement

“1.928 kasus perceraian yang sudah kami terbitkan akta perceraiannya tersebut, saat ini mereka berstatus janda atau duda,” kata Syarkasyi, Rabu (13/1/2021).

Jika diuraikan, jenis perkara perceraian masih didominasi gugatan dari pihak istri atau cerai gugat. Dimana total cerai gugat yang diputuskan PA Kota Batam sepanjang tahun 2020 mencapai 1.413 gugatan. Sementara cerai talak atau dari pihak suami hanya sebanyak 515 perkara.

Syarkasyi menyebutkan cerai gugat masih yang tertinggi. Hal ini katanya dipicu dari beberapa faktor penyebab gugatan. Paling banyak adalah masalah nafkah, perselisihan dan pertengkaran terus menerus. Sementara sisanya seperti faktor ekonomi.

“Cerai gugat paling banyak itu karena suami tak memberi nafkah istri. Alasanya beragam ada yang mengaku karena sudah tidak bekerja lagi, di PHK dan sebagainya, sehingga tak menafkahi istrinya,” ujarnya.

Selain itu faktor lainnya yang memicu perceraian juga ada dari faktor poligami, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dan faktor perselingkuhan atau zina.

Sementara itu untuk cerai talak yang paling mendominasi karena perselisihan sehingga menyebabkan pertengkaran terus menerus. Ada juga istri meninggalkan tempat tinggal dalam waktu yang lama, perselingkuhan atau hadirnya orang ketiga dan sebagainya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra
Editor: Chahaya Simanjuntak