Home

Di Batam, Ada Bapak Aniaya Anak Kandung sejak Usia 3 Hari

batampos.id – Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Barelang menangkap Dk, warga Perumahan Victoria, Batuaji, Selasa (12/1/2021) pagi. Pria 22 tahun ini menganiaya anak kandungnya, Rk, yang masih berusia 19 bulan.

Dk menganiaya anak semata wayangnya tersebut hingga mengalami patah kaki kanan. Bahkan, di sekujur tubuh korban mengalami lebam dan terdapat bekas gigitan di bagian punggung.

”Kaki (patah) itu saya tendang. Saat itu dia di kasur dan menangis,” ujar Dk di Unit VI Satreskrim Polresta Barelang.

Advertisement

Dk mengatakan, kerap menganiaya anaknya karena selalu menangis. Selain itu, ia mengaku istrinya, Ms, selalu melawan dan membantah perkataannya.

”Anak rewel, istri keras kepala. Omongan selalu ditentang,” ujarnya kesal.

Dk juga menilai anak tersebut bukan dari darah dagingnya.

Sehingga, hubungan rumah tangganya tak harmonis.

”Itu bukan anak saya,” klaim pekerja perusahaan swasta ini.

Sementara itu, dari pengakuan Ms, aksi bejat suaminya tersebut sudah terlihat sejak anaknya berusia 3 hari. Bahkan, Dk menganiaya anak tersebut di hadapannya.

”Itu (menganiaya) di depan saya. Tak hanya anak, saya juga dibentak, dipukul, bahkan saya hampir mati,” kata wanita 19 tahun ini.

Ms mengaku selama ini tak berani melaporkan perbuatan suaminya tersebut. Sebab, ia kerap diancam dan dibatasi untuk berkomunikasi dengan orangtua.

”Akhirnya saya tidak tahan dan datang ke rumah orangtua. Lalu saya ceritakan semuanya dan lapor polisi,” katanya.

Ms juga menegaskan, anak tersebut merupakan hasil hubungannya dengan Dk. Ia mengaku mengenal Dk dari rekannya pada 2014, kemudian berpacaran dan menikah pada 2019.

”Itu darah daging dia sendiri. Saya berani tes DNA dan nyawa saya taruhannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Andri Kurniawan, membenarkan penangkapan pelaku. Ia mengatakan, pelaku masih menjalani pemeriksaan.

”Sedang diperiksa,” ujarnya.

Pelaku dijerat dengan pasal 80 ayat (1),(2) dan (4) UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 01 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara ditambah sepertiga hukuman karena pelaku adalah orangtua kandung korban. (***)

 

 

Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : RATNA IRTATIK