Internasional

Diduga Pekerjakan Minoritas Uighur Secara Paksa, Inggris akan Larang Impor Dari Tiongkok

Perempuan Uighur menggunakan gerobak untuk mengangkut semen untuk renovasi rumah di Unity New Village di Hotan, privinsi Xinjiang, Tiongkok. Foto diambil pada 21 September 2018. (F Andy Wong/AP)

batampos.id – Pemerintah Inggris berencana melarang impor beberapa jenis barang dari Tiongkok. Hal ini berdasarkan kecurigaan mereka terkait Tiongkok menggunakan kerja paksa terhadap warga minoritas Muslim Uighur di berbagai pabrik di Provinsi Xinjiang.

BACA JUGA:
Tukang Jahit Menantu Kerajaan Inggris Bangkrut dan Terancam Kelaparan

Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab menyebutkan, pihaknya meninjau ulang terkait kontrol ekspor barang dari Provinsi Xinjiang, asal minoritas Uighur karena pelanggaran HAM di sana.

Advertisement

Dilansir dari Al-Jazeera, Menlu Inggris, di hadapan parlemen menyebutkan, pihaknya akan melakukan segalanya guna memastikan Inggris tidak menerima barang lagi dari wilayah Xinjiang tersebut, mengingat pelanggaran HAM di sana yang terjadi secara sewenang-wenang, khususnya dalam skala industri.

“Perlakukan terhadap etnis Uigur merupakan barbarisme yang sangat mengerikan. Kami memperingatkan Tiongkok bahwa Inggris tak akan mendukung segala bentuk pelanggaran hak asasi,” tegas Rab.

Pelarangan produk asal Xinjiang masuk ke Inggris, menurut Rab, untuk mencegah negaranya berkontribusi secara tak langsung pada pelanggaran HAM di sana. “Kebijakan ini akan membantu memastikan bahwa tidak ada organisasi Inggris, pemerintah atau sektor swasta yang secara sengaja atau tidak sengaja mengambil keuntungan dari atau berkontribusi pada pelanggaran HAM,” tegasnya.

Dalam rapat bersama parlemen itu, Rab juga menegaskan akan menghukum pengusaha Inggris yang curang, yang secara sengaja atau diam-diam memasukkan produk dari Xinjiang ke sana. “Peraturan baru hari ini akan menghukum pengusaha yang sembrono tidak menganggap serius kebijakan ini,” tutupnya. (*)

Alih bahasa: Chahaya Simanjuntak

Sumber: (1)