Total Football

Fisik Lukaku Diibaratkan Seperti Legenda NBA Shaquille O’Neal

Striker Inter Milan Romelu Lukaku. (F. Miguel Medina/AFP)

batampos.id – Gelandang Inter Milan Nicolo Barella memberikan pujian pada rekan satu timnya Romelu Lukaku. Menurutnya, Lukaku adalah striker yang susah untuk dihentikan.

Barella menambahkan, fisik yang dimiliki Lukaku layaknya legenda NBA Shaquille O’Neal. Karenanya hampir mustahil bisa menghentikan pergerakan Lukaku.

Penyerang dengan postur raksasa itu berhasil menemukan lagi performa terbaik semenjak merapat ke Giuseppe Meazza pada musim panas 2019.

Advertisement

Lukaku telah mengoleksi 34 gol di musim debutnya bersama Nerazzurri. Musim ini ia telah mengumpulkan 16 gol sehingga menjadi salah satu pemain yang paling diandalkan oleh Antonio Conte.

Barella tidak terkejut dengan catatan impresif tersebut. Ia merasakan sendiri bagaimana reportnya menghadapi Lukaku di sesi latihan.

BACA JUKA: Soal Masa Depan Eriksen, Pelatih Denmark Kecam Inter Milan

“Lukaku dan Shaquille O’Neal sama-sama mengandalkan kekuatan fisik,” ujar Barella. “Tetapi Romelu bisa menawarkan hal lainnya. Bahkan di sesi latihan kami butuh dua atau tiga orang untuk menghentikannya. Kekuatannya luar biasa,” pujinya.

Lukaku telah membantu Inter mendekatkan diri dengan AC Milan sang Capolista. Sementara mantan bos Rossoneri Fabio Capello menilai pasukan Conte sebagai favorit Scudetto.

“Juventus bangkit, mereka telah menemukan lagi identitas tim. Masalah di tim itu juga semakin sedikit,” ujarnya di Radio Anch’io Lo Sport. “Bagi saya, pasukan Juventus sekarang telah mengerti apa yang diinginkan Andrea Pirlo,” tambah Capello.

Ia menambahkan jika Bianconerri memang belum berada di jalur juara musim ini. Hanya saja tabungan satu laga bisa menjadi pembeda di akhir musim.

“Juventus juga punya hal penentu. Dengan satu laga di tangan lawan Napoli dan duel lawan Inter yang saya pilih sebagai favorit scudetto,” jelas Capello.

“Bagi saya, Nerazzurri adalah tim dengan skuad paling tebal dan punya pemain yang kompetitif di semua pertandingan,” paparnya. “Ditambah, Inter tidak bermain di Eropa, mereka bisa menjaga kebugaran,” tegas Capello. (*)

Reporter: Ryan Agung
Editor: Putut Aryo