Internasional

Israel Bangun 800 Rumah di Tepi Barat, Bisa Picu Perang dengan AS di Bawah Pemerintah Biden

Kawasan Hebron di Tepi Barat, Yerusalem Timur. Israel mempercepat pembangunan 800 pemukiman Yahudi di sana. (F (AP Photo/Maya Alleruzzo)

batampos.id – Israel memajukan rencana pembangunan pemukiman di Tepi Barat. Pengumuman itu disampaikan Senin (11/1/2021) lalu. Sebanyak 800 unit rumah akan dibangun di Tepi Barat (West Bank), wilayah jajahan Israel dari Palestina.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengumumkan, langkah pembangunan tersebut mencakup 100 unit rumah pemukiman khusus di lokasi seorang perempuan Israel tewas terbunuh akhir tahun lalu. Ia tewas setelah mendapat serangan dari seorang warga Palestina.

Rencana pembangunan di tempat sengketa ini, oleh pengamat bisa merusak hubungan masa depan Israel-Amerika Serikat di bawah pemerintahan Joe Biden yang akan dilantik 20 Januari 2021 mendatang.

Advertisement

Sayap kanan pendukung Netanyahu sangat mendukung pembangunan ini. Apalagi ini bisa dianggap sebagai nilai positif dalam kampanye Netanyahu. Namun, bisa jadi ini membuat Biden marah. Mengingat ia sangat menentang perluasan pemukiman dan pernah bentrok dengan Israel di masa lalu.

Dalam hubungan internasional, menjalani pemerintahannya, Biden menjanjikan pendekatan yang lebih adil. Di mana dia akan mengembalikan bantuan kepada Palestina yang terputus oleh Trump dan bekerja untuk menghidupkan kembali negosiasi perdamaian.

Pemimpin oposisi Israel Yair Lapid, yang berharap untuk menggulingkan Netanyahu pada Maret mendatang, menyebut pengumuman percepatan pembangunan Tepi Barat itu sebagai langka tak bertanggungjawab pemerintahan Israel yang akan memicu “pertempuran” dengan pemerintahan AS yang baru. “Pemerintahan Biden belum menjabat, sementara pemerintah kami telah mengarahkan kami ke dalam konfrontasi yang harusnya tidak perlu. Kepentingan nasional juga harus dipertahankan selama pemilihan ini,” ungkap Yair seperti dilansir dari AP News, Rabu (13/1/2021).

Israel merebut Tepi Barat dan Yerusalem Timur dalam perang 1967 lalu. Wilayah tersebut yang diinginkan Palestina untuk negara masa depan mereka. Dalam perjalanannya, hampir 500 ribu warga Israel bermukim di sana kini.

Palestina memandang Israel, musuh abadi mereka yang menguasai Tepi Barat sebagai pelanggaran hukum internasional yang menghambat perdamaian. (*)

Alih bahasa: Chahaya Simanjuntak

Sumber: (1)