Bintan-Pinang

Mau Belajar Tatap Muka, 230 Guru dan Tenaga Pendidik di Tanjungpinang Ikuti Rapid Test

Sebanyak 230 guru dan tenaga pendidik di Tanjungpinang ikuti rapid test, Selasa (12/1/2021). (F.Disdik untuk/ batampos.id)

batampos.id-230 guru dan tenaga pendidik di Tanjungpinang menjalani rapid test sebagai persiapan belajar tatap muka yang akan dilaksankan pada Senin (18/1/2021). Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang, Muhammad Yasir mengatakan, rapid test dilakukan karena 15 sekolah yang dibuka untuk belajar tatap muka berasal satu daerah seperti Senggarang, Kampung Bugis, Penyengat sedangkan guru berasal dari berbagai daerah yang saat ini masih terjadi penyebaran kasus covid-19.

BACA JUGA: Belajar Tatap Muka, Harus Pastikan Siswa-Siswi Tak Tertular Covid-19

“Kita tidak mau terjadi penyebaran dari unsur guru maka dilakukan rapid test untuk antisipasi,” kata Yasir, Selasa (12/1/2021). Rapid test dilakukan satu hari kepada guru dan tenaga pendidik yang berasal dari 15 sekolah,  secara bertahap ke depannya akan dilihat jika sekolah di zona hijau bertambah maka sekolah tersebut akan dibuka belajar tatap muka dan gurunya akan di-rapid test.

Advertisement

“Rencananya tiga hari, ternyata satu hari bisa selesai,” ujarnya. Pemeriksaan itu dimulai sesi pertama pukul 08.00 WIB sampai 11.30 WIB pada lima sekolah, kemudian pukul 11.30 WIB sampai  13.30 WIB untuk lima sekolah dan sesi terakhir untuk guru SMP dimulai pukul 13.30 sampai 15.30 WIB.

“Kita minta bantu kepada tenaga medis dari dinas kesehatan melalui petugas kesehatan di puskesmas terdekat,” paparnya. Jika nantinya terdapat guru yang reaktif, lanjut Yasir akan dilakukan uji swab dan jika hasilnya positif maka tidak diizinkan untuk mengajar terlebih dahulu. Saat ini masih menunggu hasil, walaupun ada yang reaktif belum tentu hasil uji swab yang bersangkutan positif.

Sebenarnya tidak hanya rapid test ada persyaratan lainnya yang harus diikuti setiap sekolah untuk belajar tatap muka, seperti zona hijau, mengisi daftar list pada aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik),  penyediaan tempat cuci tangan,  pengukur suhu tubuh, “15 sekolah ini sudah mengisi daftar list dan bisa dipantau dari pusat,” tambahnya. (*)

Reporter: Peri Irawan
Editor: Tunggul