Properti

Miliki Rumah Nyaman di Lahan Sempit

PENCAHAYAAN ALAMI: Jendela besar menjadi sumber pencahayaan alami untuk seluruh ruangan. (Aaksen Studio)

batampos.id – Memiliki lahan sempit yang terkepung bangunan tidak berarti tidakbisa mendapatkan rumah nyaman. Nor House mencoba menjawab tantangan tersebut. Rumah di kawasan Cibeunying Kaler, Bandung, tersebut berhasil tampil segar dan berbeda. Meski terimpit, tetap terasa lega.

Daru ketinggian, Nor House tampak mencolok. Putih dan bentuknya unik. Tampilan depannya pun resik. Jauh dari gambaran rumah di kawasan permukiman padat yang sesak dan sempit. Arsitek Azzahra Dartaman menjelaskan, ada dua konsep besar yang diangkat di Nor House. Pertama, rumah yang ringkas dan efisien.

’’Akses ke rumah sendiri cukup sempit. Harus lewat gang selebar 90 sentimeter. Lokasinya masuk lagi, karena lahannya ada di dalam rumah keluarga besar,’’ ungkap Zahra, sapaan Azzahra.

Advertisement

Arsitek Aaksen Studio itu menjelaskan, bangunan juga dibuat semifabrikasi. Material dikerjakan sebelum di-assemble di lokasi.

’’Tiap partikel dikemas dan diusung manual dengan karung,’’ ujarnya.

Sekilas, sistem tersebut tampak repot. Namun, proses rangkai-pasang itu justru membuat pengerjaan rumah lebih praktis. Efisien waktu dan dana. Zahra menceritakan, Nor House juga menerapkan konsep Islami. Sesuai kemauan pasangan pemilik rumah, yang ingin huniannya lebih mendekatkan mereka pada Tuhan. ’’Karena itu, dipilih warna putih yang merefleksikan suci dan bersih,’’ ucapnya.

Suasana Islami juga ditunjang skylight dengan kaligrafi lafaz Allah. Menurut arsitek alumnus Universitas Indonesia itu, pemasangan skylight memberi pengalaman ruang yang unik. Cahaya alami yang masuk ke musala ibarat penanda waktu salat. Didukung ruangan yang terbuka dan terhubung dengan halaman, musala pun jadi tempat yang nyaman dan bikin betah.

Nor House juga mempertimbangkan iklim tropis. Karena cuaca yang panas, plus lokasinya di tengah permukiman padat, bangunan dibuat sederhana. Modern, tidak muluk-muluk, serta memaksimalkan pencahayaan dan sirkulasi udara. ’’Kulit’’ bangunan dibuat menggunakan galvalum.

Meski belum lazim jadi material dinding, galvalum dinilai pas untuk rumah tropis.

’’Meski merupakan metal, galvalum punya insulasi yang baik sehingga tidak langsung menghantarkan panas dari luar. Rumah tetap terasa sejuk,’’ papar Zahra.

Lahan yang mungil –tak sampai 150 m2– juga dibuat seringkas mungkin. Seluruh kebutuhan ruang terpenuhi, tanpa terasa sesak.

’’Konsep kami clutter-free. Fungsi rumah maksimal, tapi tetap nyaman dipandang,’’ jelasnya. Nor House pun jadi tempat tinggal yang nyaman, indah, dan dekat dengan-Nya.

BACA JUGA: Perumahan Tiban Green Bay Tawarkan Cicilan Ringan dan Ready Stock

Bangunan Nor House masih menyisakan sedikit lahan di sisi kanan-kiri. Jarak tersebut jadi pelindung rumah saat terjadi kebakaran. Sebab, Nor House berada di tengah permukiman padat

Dinding luar yang berbahan galvalum dengan coating putih tak cuma memberi kesan bersih. Perawatannya pun lebih mudah ketimbang cat. Jadi irit biaya dan tenaga saat dibersihkan.

Di sekitar lanskap ada beberapa lubang biopori untuk menyimpan dan menyerap air hujan. Selain itu, di bagian depan ada parahyba atau pakis Brasil yang mudah tumbuh. Perakaran dibatasi dengan penanaman pohon dalam pot. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung