Home

Pelanggan Tagihannya Bengkak Belum Dapat Solusi

batampos.id – Polemik soal membengkaknya tagihan air pelanggan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam yang dioperasionalkan Moya Indonesia, belum ada solusi hingga kini.
Muhamzani, salah satu pelanggan yang mengeluhkan tagihan air di rumahnya naik dari biasanya Rp 40 ribu menjadi Rp 1,2 juta, mengaku besaran tagihan itu belum dikoreksi Moya Indonesia.

Ia mengatakan, petugas Moya sempat datang ke rumahnya untuk mengecek kembali meteran yang menjadi acuan SPAM Batam dalam menetapkan tarif. Saat itu, ia mengungkapkan, dari kedua belah pihak belum menemukan jalan keluar.

”Karena mereka bersikeras mengacu dari foto meteran. Sementara, saya itu jarang di rumah dan pemakaian hanya untuk mandi dan mencuci piring. Mana mungkin pemakaian air jadi meningkat,” ungkapnya.

Advertisement

Ia juga telah menutup keran dan mengecek meteran, untuk mengetahui apakah ada kebocoran.

”Tidak ada kebocoran dan juga tidak ada keran air di luar rumah yang bisa dimanfaatkan orang lain ketika saya pergi,” tuturnya.

Baru-baru ini, juga muncul satu kasus tagihan bengkak yang viral. Itu karena, besaran tagihan untuk satu rumah pelanggan SPAM di Perumahan Valley Park, Batam Center itu, mencapai Rp 36 juta untuk tagihan bulan Desember. Padahal, besaran tagihan di rumah itu biasanya hanya berada di kisaran Rp 150 ribu tiap bulannya.

Menanggapi itu, Corporate Communication Manager Moya Indonesia, Astriena Veracia, mengatakan, pelanggan dapat membuat komplain ke Kantor Pelayanan Pelanggan (KPP) SPAM Batam terdekat.

Mengenai tagihan pelanggan yang mencapai Rp 36 juta, ia menyebut butuh diverifikasi terlebih dahulu.

”Kami akan cek dulu, apakah itu perusahaan atau rumah. Tolong bantu komplain di Call Center kami di 150155 atau langsung live chat di website airminumbatam,” tuturnya.

Saat ini, pihaknya mengklaim tengah berupaya untuk menyelesaikan polemik tagihan air yang bengkak. Dalam rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Batam dua hari lalu, persoalan itu akan selesai dalam dua pekan.

Direktur PT Moya Indonesia Area Batam, Sutedi Raharjo, mengatakan, terkait dengan tagihan air masyarakat yang melonjak, diakibatkan beberapa hal.

”Kami berjanji bahwa kami dengan BP Batam akan menyelesaikan ini dalam satu atau dua minggu ini. Kami akan laporkan ke pimpinan rapat Komisi II tentang tindak lanjut dari yang tagihan melonjak ini,” ujar Sutedi. (*)

 

Reporter : Rifki Setiawan
Editor : RATNA IRTATIK