Karimun

Usai Menjaring, Kapal Nelayan Desa Tulang, Karimun, Tenggelam Dihantam Ombak

Anggota Satpolairud Polres Karimun sedang menemui salah satu nelayan yang mengalami musibah kapal jaring tenggelam. (f.Satpolairud Polres Karimun untuk batampos.id)

batampos.id– Cuaca ekstrim yang melanda wilayah Kabupaten Karimun sepekan terakhir telah menyebabkan berbagai peristiwa. Khususnya di laut menyebabkan gelombang tinggi. Salah satunya Selasa (12/1/2021) pukul 11.00 WIB gelombang laut menyebabkan satu kapal jaring dari Desa Tulang, Kecamatan Karimun tenggelam.

BACA JUGA: Gelombang Tinggi , KMP Bahtera Nusantara 01 Hanya Layani Tanjunguban – Matak

”Kita dapat laporan ada satu kapal jaring yang berada di Perairan Pulau Lalang, Kecamatan Kundur Barat mengalami musibh tenggelam setelah dihantam gelombamg tinggi. Kapal yang mengalami musibah merupakan kapal jaring tradisional tanpa nama yang baru siap mengangkat jaring dari laut,” ujar Kapolres Karimun, AKPB M Adenan.

Advertisement

Mengetetahui hal itu, kata Kapolres, Satpolairud Polres Karimun bersama dengan Ditpolairud BKO Selat Beliah, Kecamatan Kundur Barat menurunkan dua kapal untuk melakukan SAR. Sampai di lokasi kejadian nelayan dari kapal tradisional sudah berhasil menyelamatkan diri dengan dibantu kapal isap timah KIP 10 milil dari mitra PT Timah yang berada tidak jauh dari lokasi tenggelamnya kapal jaring nelayan tersebut.

”Alhamdulillah, tidak ada korban dalam peristiwa ini. Identitas nelayan yang mengalami musibah ini Bahtiar, 46 selaku nakhoda bersama dua rekannya Kairul Fahmi dan Abu Talib berhasil dievakuasi dengan cara berenang menggunakan pelampung menuju ke KIP Sele. Setelah itu, ketiganya dibawa menggunakan kapal patroli Polairud kembali ke Desa Tulang dan diserahkan ke pihak keluarga,” jelasnya.

Dikatalannya, dari hasil wawancara diketahui bahwa kapal jaring ikan tanpa nama ini sejak Selasa (12/1/2021) pukul 07.00 WIB dari Desa Tulang berangkat ke Perairan Pulau Lalang untuk melakukan aktifitas menjaring Ikan. Setelah 3 jam dan selesai mengakngakt jaring, tiba-tiba cuaca buruk dan muncul gelombang tinggi. Sehingga kapal dihantam gelombang sampai air laut masuk ke dalam palka kapal dan menyebabkan kapal tenggelam. Akibat dari kejadian ini, menyebabkan kerugian materil sebesa Rp80 juta. (*)

Reporter: Sandi
Editor: Tunggul