Selebritas

Deddy Corbuzier Akui Merasa Kehilangan Sosok Syekh Ali Jaber

Syekh Ali Jaber dalam podcast Deddy Corbuizer. Foto Instagram @idoz_sejati

batampos.id – Deddy Corbuzier sangat terkejut begitu mendengar kabar via WhatsApp bahwa Syekh Ali Jaber meninggal dunia tadi pagi sekitar pukul 08.30 WIB di Rumah Sakit Yarsi, Cempakah Putih Jakarta Pusat. Mantan pesulap beraliran mentalis itu mengakui merasakan kehilangan sosok almarhum.

“Gue kaget banget ketika di WA sama beberapa teman yang menyatakan bahwa Syekh Ali Jaber meninggal,” ujar Deddy Corbuzier dalam video yang dibuat khusus untuk mengenang almarhum dalam akun YouTube pribadinya, Kamis (14/1).

Deddy menyatakan, ini adalah pengalaman pertama kalinya ia merasa kehilangan akan sosok yang sempat diajaknya bicara dalam podcast YouTube-nya. “Saya belum pernah merasa kehilangan sosok orang yang saya ajak ngobrol hampir dua jam,” ucap Deddy.

Advertisement

Baca Juga: Almarhum Syekh Ali Jaber Akan Dimakamkan di Pesantren Daarul Quran

Ayah satu anak itu sempat beberapa kali menjeda pernyataannya karena terbawa emosi sedih. Bahkan ia seperti ingin menangis namun sengaja ditahannya.

Deddy Corbuzier mengatakan, dirinya pertama kali berkenalan secara personal dengan Syekh Ali Jaber saat ia menjadi korban penusukan saat ceramah di Bandar Lampung pada Minggu, 13 September 2020. Kala itu Syekh Ali Jaber datang ke podcast-nya sehari setelah insiden penusukan.

Deddy Corbuzier sempat terkejut karena pencemarah yang meninggal di usia 44 tahun itu mau datang ke podcast-nya. Alasan Syekh Ali Jaber pun sungguh membuat Deddy Corbuzier tersentuh.

“Beliau datang ke podcast ini pada saat itu punya satu misi untuk menenangkan rakyat Indonsia supaya tidak terjadi kerusuhan, supaya tidak terjadi keramaian, supaya tidak timbul masalah baru,” ungkap Deddy Corbuzier.

“Saya ditusuk ya sudah ini masalah saya dengan Allah. Saya menyelesaikannya sendiri tanpa harus adanya keributan, tanpa harus ada masalah baru, hanya karena masalah saya ditusuk,” kata Deddy menirukan perkataan Syekh Ali Jaber kala itu.

Deddy sempat bertanya kepada Syekh Ali Jaber apakah dirinya marah ketika nyawanya hampir menjadi taruhan ditusuk orang tak dikenal. Sang syekh pun lagi-lagi memberikan jawaban yang sangat meneduhkan.

Nggak, katanya. Anda gak dendam? nggak, malah saya nolongin yang nusuk saya. Pada saat dipukulin bareng bareng saya nolongin karena dia juga manusia,” tutur Deddy.

Dalam kesempatan itu Syekh Ali Jaber sempat mengungkapkan rasa syukur kendati dirinya menjadi korban penusukan. Dia bersyukur karena pada saat kejadian sedang tidak menggunakan pakaian putih.

“Untung saat itu saya gak pakai pakaian putih, saya pakai pakaian warna hitam. Kalau saya pakai pakaian putih, darahnya bisa kemana mana, dan bisa bikin orang orang marah,” lanjut Deddy.

Hal yang juga membuat Deddy tertegun akan sosok Syekh Ali Jaber, ia datang ke acara podcast-nya tanpa ada pengawalan sama sekali. Sementara kala itu ia baru saja menjadi korban penusukan.

“Yang buat saya sedih setelah beliau ditusuk, Indonesia terlalu banyak berita nggak penting sehingga kejadian ini dilupakan begitu saja. Yang nusuk ketangkap. Saya gak tahu dia dianggap gila apa gimana. Saya gak ngikutin beritanya lagi,” kata Deddy.

“Beliau gak terima kalau dinyatakan gila pada saat itu. Tapi beliau mengatakan, apappun hukum mengatakan apa, saya ikuti,” imbuh Deddy Corbuzier menirukan perkataan Syekh Ali Jaber.(*)

Reporter : Jpgroup
Editor : Andriani Susilawati