Metropolis

Didominasi Kasus Hak Asuh dan Pencabulan, KPPAD Terima 127 Laporan Sepanjang 2020

Erry Syahrial (F.Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.id – Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri sepanjang 2020 menerima 127 laporan. Laporan ini didominasi kasus hak asuh anak atau pengasuhan sebanyak 44 kasus.

Ketua KPPAD Kepri, Erry Syahrial mengatakan banyaknya kasus hak asuh tersebut dipicu konflik keluarga antara pasangan suami-isteri yang meningkat sehingga berlanjut pada perceraian.

“Jumlah anaknya lebih banyak lagi. Karena dalam satu hak asuh atau pengasuhan ada satu atau lebih anak yang jadi korban,” ujar Erry.

Advertisement

Erry menjelaskan dalam kasus hak asuh ini anak menjadi korban. Sebab, hak-hak dan kenyamanan anak menjadi terabaikan.

“Hak asuh anak menjadi rebutan antara ayah dan ibunya sehingga pengasuhan dan perlindungan hak-hak anak tersebut menjadi bermasalah,” katanya.

Selain kasus hak asuh anak, kasus ke dua tertinggi yang ditangani KPPAD Kepri, yakni kasus pencabulan sebanyak 21 kasus. Kemudian kekerasan fisik 18 kasus, hak pendidikan 11 kasus, pencurian 8 kasus, penelantarab 7 kasus, kesehatab 6 kasus, eksploitasi 4 kasus, trafiking 3 kasus, kenakalan 3 kasus, pornografi, 1 kasus, serta 1 kasus.

Erry menjelaskan untuk kasus pencabulan, rata-rata korbannya berusia antara 5-18 tahun. Sedangkan pelakunya didominasi orang tedekat korban, seperti paman, dan teman permainan.

“Semua kasus yang dilaporkan ke KPPAD Kepulauan Riau sudah diadvokasi komisioner KPPAD  ke kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya. Ada yang sudah putus proses hukumnya di pengadilan  dan masih ada yang sedang berjalan hingga saat ini,” katanya.

Erry menambahkan angka kasus pencabulan tersebut meningkat dimasa pandemi Covid-19. Hal ini disebabkan kurangnya pengawasan orangtua pada pergaulan anak, kemudian dipengaruhi oleh media sosial.

“Lemahnya pengawasan dan kurangnya kecurigaan orangtua memicu terjadinya pergaulan bebas di kalangan remaja sehingga terjadi pencabulan yang berujung pada proses hukum,” ungkapnya.

Menurut Erry, selain pencabulan, selama pandemi, kasus pernikahan anak juga meningkat. Tercatat sepanjang tahun 2020, anak yang menikah mencapai 75 pasangan, sedangkan ditahun sebelumnya 30 pasang.

“Kenaikannya mencapai dua kali lipat. Pernikahan yang paling banyak di Tanjungpinang ” katanya. (*)

Reporter: Yofi Yuhendri
Editor: Chahaya Simanjuntak