Internasional

Jadi Dalang Kerusuhan Capitol, Trump Dimakzulkan Dua Kali

Twitter dan Facebook menutup sementara akun milik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (F Evan Vucci/AP)

batampos.id – Parlemen Amerika Serikat (AS) mendakwa Presiden Donald Trump menjadi dalang kerusuhan di Capitol Building, Washington DC, pekan lalu. Tak hanya itu, 10 orang perwakilan Partai Republik yang tak lain rekan separtainya turut memihak Partai Demokrat untuk memakzulkan presiden AS ke-45 itu.

BACA JUGA:
Trump Tolak Kekalahan, Kerusuhan Terjadi di Gedung Capitol AS
Dianggap Penuh Hasutan, Twitter dan Facebook Blokir Akun Donald Trump

Ini menjadi pemakzulan kedua Trump, setelah pemakzulan pertamanya akibat masalah Ukraina di 2019 lalu.

Advertisement

Saat ini, Presiden dengan kode 232-197 itu tengah menghadapi sidang dakwaan dari para senat. Ia menjadi presiden pertama dalam sejarah pemerintahan Amerika Serikat yang dimakzulkan dua kali. Apabila terbukti bersalah menjadi dalang dan penghasut kerusuhan di Capitol, maka karir politik Trump akan tamat. Dia akan dilarang menjabat lagi di sisa kekuasaannya yang tinggal dalam hitungan hari. Demikian dilansir dari BBC, Kamis (14/1/2021).

Trump segera meninggalkan jabatannya pada 20 Januari setelah ia kalah dari rivalnya, Joe Biden pada Pemilihan Presiden AS, November 2020 lalu.

Parlemen yang dikendalikan Demokrat memberikan suara pada Rabu (14/1/2021) setelah beberapa jam perdebatan alot ketika pasukan Garda Nasional bersenjata mengawasi di dalam dan di luar Capitol.

FBI telah memperingatkan kemungkinan protes bersenjata yang direncanakan di Washington DC dan di 50 ibu kota negara bagian AS menjelang pelantikan Biden minggu depan.

Dalam sebuah video yang dirilis setelah pemungutan suara di Kongres, Trump meminta para pengikutnya untuk tetap menjalankan aksi damai tetapi dia tidak merujuk pada fakta bahwa dia telah dimakzulkan. “Kekerasan dan vandalisme tidak memiliki tempat di negara kami. Tidak ada pendukung sejati saya yang akan mendukung kekerasan politik,” ujar dari mantan pembawa acara The Apprentice ini.

Perlu diketahui,tuduhan pemakzulan bersifat politis, bukan pidana. Presiden dituduh oleh Kongres menghasut penyerbuan Capitol dengan pidatonya pada 6 Januari 2021 di rapat umum di luar Gedung Putih. Trump meminta pendukung melawan pemilu yang diklaim curang mencuri suaranya.

Pekan lalu, 139 anggota Partai Republik menolak menerima hasil pemilu 2020 dan kekalahan Trump. Ketua DPR Nancy Pelosi, seorang Demokrat mengatakan, Presiden Amerika Serikat menghasut pemberontakan ini, pemberontakan bersenjata melawan negara. “Dia harus pergi. Dia jelas dan menghadirkan bahaya bagi bangsa yang kita semua cintai,” seru Pelosi.

Sementara itu, Anggota Kongres Demokrat Julian Castro menyebut, Trump adalah orang paling berbahaya yang pernah menduduki Ruang Oval (kantor Presiden AS di Gedung Putih, red). Sebagian besar Partai Republik tidak berusaha untuk membela retorika Trump. Jika Trump dinyatakan bersalah oleh Senat, anggota parlemen dapat mengadakan pemungutan suara lagi untuk memasukkannya dalam daftar larangan tidak boleh mencalonkan diri lagi pada Pilpres 2024 mendatang. (*)

Reporter: jpg
Editor: Chahaya Simanjuntak