Nasional

KPK Geledah Rumah Pejabat Kemensos

Plt. Jubir KPK Ali Fikri. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos.id – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali turun ke lapangan untuk mencari bukti tambahan terkait perkara dugaan suap bantuan sosial (bansos) Covid-19 tahun 2020. Setelah rumah orang tua politisi PDI Perjuangan Ihsan Yunus pada Selasa (12/1), kemarin (13/1) giliran rumah Direktur Jenderal (Dirjen) Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kemensos Pepen Nazaruddin digeledah KPK.

Rumah Pepen yang digeledah beralamat di Prima Harapan Regency B4 Nomor 18, Bekasi Utara, Kota Bekasi. Penggeledahan dilakukan dilakukan sore kemarin. Hingga berita ini diturunkan, KPK belum menjelaskan barang bukti apa saja yang diperoleh dari rumah pejabat Kemensos tersebut. “Perkembangannya akan kami informasikan lebih lanjut,” kata Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri saat dikonfirmasi.

Selain menggeledah rumah, KPK kemarin juga memeriksa Pepen sebagai saksi. Pemeriksaan tersebut merupakan yang kedua sepanjang penyidikan perkara dugaan suap bansos Covid-19 di Kemensos. Sebelumnya, Pepen sempat diperiksa penyidik pada Desember lalu. Pemeriksaan kala itu terkait mekanisme penunjukan langsung (PL) sejumlah rekanan bansos.

Advertisement

Ali menjelaskan terkait penggeledahan di rumah orang tua Ihsan Yunus di Cipayung pihaknya mengamankan alat komunikasi dan juga sejumlah dokumen terkait perkara bansos. Begitu pula dalam penggeledahan di Perum Rose Garden Kota Bekasi, tim penyidik mengamankan bukti dokumen. “Selanjutnya akan dilakukan analisa dan segera dilakukan penyitaan untuk menjadi barang bukti dalam perkara ini,” ungkapnya.

Sejauh ini, KPK telah menggeledah sejumlah tempat yang terkait dengan perkara bansos. Di Jakarta, KPK menyambangi kantor PT Mesail Cahaya Berkat di Soho Capital SC-3209 Podomoro City dan PT Junatama Foodia di Metropolitan Tower TB Simatupang. Dua perusahaan itu merupakan rekanan penyedia bahan sembako bansos Covid-19 yang ditunjuk Kemensos melalui mekanisme PL. (*)

Sumber : JP Group
Editor : Jamil Qasim