Properti

Merancang Nursery Room Pilih Palet Warna Netral

Nursery room harus memiliki sirkulasi udara yang baik. Sesuaikan luas dengan tujuan penggunaan ruang. f. WIBOWO INTERIORS FOR JAWA POS

batampos.id – Meluangkan ruang untuk nursery room atau kamar bayi mungkin jadi dilema buat pasangan muda. Sebab, ada anggapan, area itu tidak akan terpakai saat anak mulai besar. Padahal, dengan perencanaan tepat, nursery room bisa digunakan untuk jangka waktu lama.

Bagi pasangan yang baru menyambut kelahiran buah hati, keberadaan nursery room akan sangat membantu. Sebab, ruang tersebut menjadi ”pusat aktivitas” ibu dan si kecil. Menurut desainer interior Eric Wibowo, perlu perencanaan yang matang.

”Menurut saya, baiknya nursery room diperlakukan selayaknya kamar tidur anak. Sehingga, ruangan tepat guna karena konsepnya pas,” paparnya.

Advertisement

Eric menjelaskan, pertimbangan pertama dalam desain tentu luasan area. Menurut dia, luas nursery room ditentukan siapa saja yang akan menggunakan ruang tersebut.

Desainer interior yang berkantor di Surabaya itu menjelaskan, banyak ibu yang ingin seruangan dengan anaknya. Dengan begitu, memudahkan ketika harus menyusui atau mengganti popok anak saat malam.

”Kalau penggunaannya seperti itu, tentu perlu ruang ekstra untuk bed ibu,” imbuhnya. Juga, kursi nyaman untuk ibu saat menyusui bayinya.

Poin penting yang juga perlu dipenuhi adalah storage. Banyak perlengkapan menyusui seperti botol susu, alat pumping, dan sterilizer yang perlu ruang penyimpanan khusus. ”Lalu, harus dipertimbangkan juga, apakah perlu meja terpisah untuk ganti popok atau baju?” imbuh Eric.

Karena digunakan anak, ruangan juga harus aman. Dari lantai hingga dinding harus bebas dari benda yang berpotensi melukai anak. Plus, bersih. Apalagi, jika anak berada dalam tahap oral, yakni fase ketika mereka senang memasukkan benda ke dalam mulut.

Alumnus Swinburne University, Australia, itu menilai, warna-warna nursery room pun tak melulu terbatas pada warna merah muda dan biru muda. Namun, dia menyarankan palet dasar berwarna netral nan elegan. Misalnya, putih, putih tulang, krem, atau abu-abu muda.

BACA JUGA: Milenial Perlu Edukasi Lebih soal Properti

”Kalau mau, aksesori atau home decor-nya saja yang disesuaikan dengan jenis kelamin anak,” paparnya. Tujuannya, memudahkan ketika nursery room dialihfungsikan atau digunakan adiknya kelak.

Dengan luas yang mencukupi dan nuansa interior yang netral, nursery room bisa di-adjust mengikuti tumbuh kembang anak. Dari kamar bayi dan ruang ibu menyusui jadi kamar anak maupun ruang bermain, bahkan hingga si buah hati beranjak remaja.

Pastikan ruangan anak memiliki sirkulasi udara yang baik. Atur pula posisi air conditioner atau kipas angin agar tak langsung menerpa anak. Jika tak memungkinkan ada jendela, gunakan filter udara yang mumpuni.

Jauhkan colokan maupun juntaian kabel dari jangkauan anak. Bila ada colokan yang terletak di bawah, beri penutup agar tidak mengenai tangan anak.

Jika memungkinkan, gunakan alas karpet untuk area bermain anak. Namun, jika bujet terbatas, bisa memilih playmat yang mudah dilepas pasang. Ingat, bersihkan secara berkala

Gunakan permukaan dengan finishing tak berpori yang mudah dibersihkan. Baca petunjuk pembersihan (suhu, pilihan deterjen, dll) agar material awet meski berkali-kali dibersihkan

Aroma ruangan baru dicat atau perabot baru berpotensi mengganggu pernapasan anak maupun dewasa. Karena itu, nursery room perlu disiapkan setidaknya sebelum kelahiran anak. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung