Internasional

Nasib Politik Trump Ada di Tangan Senat

Ketua Senat Amerika Serikat, Nancy Pelosi mengenakan blazer hitam menandatangani pemakzulan (Impeachment) Presiden Donald Trump di gedung parlemen Washington DC, Kamis (14/1/2021) waktu Indonesia.
Donald Trump dianggap menjadi dalang kerusuhan Capitol Building, Washington DC pekan lalu. ( F Instagram Maria Shriver)

batampos.id – Parlemen Amerika Serikat (AS) memakzulkan Presiden Donald Trump atas tuduhan menghasut serangan massa di Capitol AS pekan lalu. Insiden itu dilatarbelakangi kalahnya Trump dari pesaingnya, Joe Biden.

BACA JUGA:
Jadi Dalang Kerusuhan Capitol, Trump Dimakzulkan Dua Kali

Parlemen yang dikendalikan Partai Demokrat bergerak cepat mendakwa Trump setelah Wakil Presiden Mike Pence menolak menggunakan Amandemen ke-25 untuk memecatnya dari jabatannya.

Advertisement

Akibat kejadian yang membuat sejarak demokrasi AS tercoreng itu, parlemen pun diharapkan segera mengajukan pasal pemakzulan, penghasutan, dan pemberontakan kepada Senat. Nasib politik Trump kini, ada di tangan senat.

Namun, belum jelas kapan persidangan Senat akan berlangsung. Kantor Pemimpin Mayoritas Mitch McConnell telah mengkonfirmasi bahwa dia tidak akan membawa majelis tinggi kembali sebelum Selasa (20/1). Itu berarti persidangan kemungkinan akan berlarut-larut pada hari pelantikan dan memasuki masa jabatan pertama Presiden terpilih Biden.

Meskipun Senat yang dikendalikan Partai Republik memilih membebaskan Trump selama persidangan pemakzulan pertamanya, keadaan pemakzulan kali ini belum bisa dipastikan. Beberapa senator Partai Republik telah meminta Trump untuk mundur, dan McConnell sendiri mengatakan dia masih ragu-ragu.

Trump pada Rabu (13/1/2021) lalu, mengutuk kerusuhan yang dilakukan oleh para pendukungnya di Capitol AS, tak lama setelah dia dimakzulkan untuk kedua kalinya. Pidato itu diungkapkannya lewat video menjelang dirinya menghadapi persidangan di Senat.

“Tidak ada pendukung sejati saya yang mendukung kekerasan politik, tidak ada pendukung sejati saya yang dapat meremehkan penegakan hukum atau bendera Amerika yang besar. Tidak ada pendukung sejati saya yang dapat mengancam atau melecehkan sesama orang Amerika,” kata presiden dari Oval Office seperti dilansir dari CNBC, Kamis (14/1/2021).

Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer menjanjikan pengadilan pemakzulan yang adil untuk Presiden Donald Trump. Pernyataannya dirilis beberapa menit setelah DPR memakzulkan Trump.

“DPR telah bertindak, Senat akan mengadakan persidangan yang adil atas pemakzulan Donald J. Trump atas perannya dalam menghasut pemberontakan dengan kekerasan di Capitol AS pada 6 Januari 2021 dan berusaha untuk membatalkan pemilihan yang bebas dan adil,” katanya.(*)

Reporter: jpg
Editor: Chahaya Simanjuntak