Home

Oknum Pendeta Tujuh Kali Gauli Jemaatnya

batampos.id – Nps, 39, oknum pendeta yang mencabuli remaja di bawah umur yang tak lain adalah jemaatnya sendiri di Tanjunguncang, Batuaji, terancam hukuman 15 tahun penjara.

Ia dijerat pasal Pasal 81 ayat (2) Jo Pasal 82 Peraturan Pemerintah pengganti UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PP Pengganti UU Nomor 01 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Kapolsek Batuaji, Kompol Jun Chaidir menuturkan, hasil penyelidikan yang sudah berjalan, Nps diketahui sudah tujuh kali menggauli korban sejak Januari 2020 lalu. Aksi tak terpuji terakhir terjadi pada Juni 2020 lalu.

Advertisement

”Semua dilakukan di rumah pelaku. Pelaku memang sudah berkeluarga, tapi istri dan anaknya sering keluar mencari pendapatan tambahan, dan momen-momen sepi ini dimanfaatkan pelaku untuk mencabuli korban,” ujar Jun Chaidir saat konferensi pers, Rabu (13/1/2021).

Hasil penyelidikan juga mengungkap, aksi pencabulan ini bermodus mengiming-imingi korban dengan berbagai barang berharga.

”Termasuk membelikan jam tangan sebagai barang bukti yang kita amankan ini,” ujar Kapolsek.

Aksi tak terpuji oknum pendeta ini dilaporkan ke Mapolsek Batuaji pada Oktober 2020 lalu oleh orangtua korban. Setelah melalui penyelidikan yang panjang, pelaku akhirnya ditangkap di tempat persembunyiannya di Kota Medan, Jumat (8/1/2021) lalu.

”Sebelum ditangkap, kita sempat kejar sampai ke sejumlah kota. Pelaku pindah-pindah kota untuk bersembunyi mulai dari Jakarta, Jambi, hingga Pekanbaru. Terakhir di Medan dan di tangkap saat bekerja sebagai buruh bangunan,” tutur Jun.

Saat diamankan di Polsek Batuaji, pelaku mengakui perbuatannya itu dan siap menerima tuntutan hukum yang akan diterimanya.

”Barang bukti penyerta yang kita amankan sudah mencukupi. Di antaranya; kotak jam tangan ini dan juga pakaian yang dikenakan korban saat terakhir dicabuli pelaku,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Theo. (*)

 

 

Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : RATNA IRTATIK