Bintan-Pinang

Risalasih, Mantan Direktur BUMD Bintan, PT. BIS Ditahan di Rutan Tanjungpinang

Kasipidsus Kejari Bintan, Senopati menyerahkan tersangka dugaan korupsi BUMD Bintan, Risalasih ke Rutan Tanjungpinang, Rabu (13/1/2021) malam. (F.Kejari Bintan untuk batampos.id)

batampos.id– Penyidik Kejaksaan Negeri Bintan menahan mantan Direktur BUMD Bintan, PT. Bintan Inti Sukses (BIS), Risalasih, Rabu (13/1/2021) sekira pukul 20.15 WIB. Sebelumnya, Risalasih ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi PT. BIS dalam penyertaan modal ke pihak ketiga dalam tahun anggaran 2016 hingga 2017.

BACA JUGA: Kuasa Hukum Tersangka Dugaan Korupsi PT BIS Bakal Adukan Kejari Bintan ke Jamwas Kejagung

Kajari Bintan, Sigit Prabowo mengatakan, sebelum dilakukan penanahan, pihaknya telah melakukan pengecekan kesehatan terhadap tersangka mengingat sebelumnya tersangka sempat dinyatakan positif covid-19.

Advertisement

Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh tenaga kesehatan dari RSUD Bintan dan Rutan Tanjungpinang. “Pemeriksaan kesehatan tersangka didampingi penasehat hukumnya. Alhamdulillah hasilnya negatif covid-19, dan secara keseluruhan dinyatakan sehat, sehingga bisa dilakukan penahanan,” ujarnya.

Penahanan dipimpin langsung Kasipidsus Kejari Bintan, Senopati selaku ketua tim penyidik dan Kasubsi Penuntutan bidang Pidsus. “Penahanan tersangka didampingi penasehat hukum, dikawal dua personel Polres Bintan dan tiga personel pengawal tahanan dari Kejari Bintan,” ujarnya.

Sejauh ini, menurutnya tersangka kooperatif dan telah memenuhi panggilan kali ini. “Saat ini tersangka sudah diterima oleh Pihak Rutan Tanjungpinang,” ujarnya. Dikatakannya juga, penyidik akan segera menuntaskan kasus ini untuk selanjutnya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor di PN Tanjungpinang.

Sebagaimana diketahui, penyidik Kejari Bintan menrtapkan dua tersangka, salah satunya Risalasih sebagai mantan Direktur BUMD, PT. BIS dalam kasus yang merugikan negara Rp 1,7 miliar dan telah dikembalikan sekira Rp 905 juta ke kas negara. (*)

Reporter: Slamet
Editor: Tunggul