Internasional

Setelah Inggris, Kanada Resmi Larang Impor Barang dari Xinjiang

Kamp kerja paksa di Xinjiang, Tiongkok. Sejumlah negara seperti Inggris dan Kanada melarang impor dari provinsi ini. (F AFP)

batampos.id – Setelah Inggris, Pemerintahan Kanada resmi melarang pengusaha di negara itu untuk mengimpor barang-barang dari Tiongkok, yang diproduksi di Xinjiang.

BACA JUGA:
Diduga Pekerjakan Minoritas Uighur Secara Paksa, Inggris akan Larang Impor Dari Tiongkok

Alasannya sama. Terjadi pelanggaran HAM di Xinjiang, wilayah otonomi khusus Tiongkok yang mayoritas penduduknya muslim tersebut.

Advertisement

Ada pun beberapa pelanggaran HAM yang terjadi di Xinjiang, antara lain, penahanan secara paksa di rumah detensi dan terjadinya kerja paksa. PBB memperkirakan, ada setidaknya satu juta warga Xinjiang yang ditahan di tempat yang tidak layak.

Kementerian Luar Negeri Kanada mengecam tindakan penahanan masal yang sewenang-wenang, kerja paksa, hingga pemindahan para pekerja paksa dari Xinjiang ke provinsi lain di Tiongkok. Kanada akan berkoordinasi dengan Inggris dan sekutu internasional lainnya untuk membela hak-hak warga Uighur. Termasuk mencegah barang yang dibuat oleh para pekerja paksa masuk ke negara mereka.

Kebijakan larangan importasi ini bisa membuat hubungan Kanada-Tiongkok makin tak mesra. Betapa tidak, hubungan kedua negara sebelumnya tak begitu bagus, menyusul penahanan Direktur Keuangan Huawei, Meng Wanzhou atas permintaan AS. Tiongkok di lain pihak juga menahan dua warga Kanada. Banyak pihak yang menuding itu adalah pembalasan Beijing ke Ottawa. Demikian dikutip dari South China Morning Post, Kamis (14/1/2021).

Kebijakan pelarang impor oleh Inggris yang disusul Kanada ini membuat Tiongkok berang. Apalagi, dalam rapat Dewan Keamanan (DK) PBB, Inggris terang-terangan mengkritik pelanggaran HAM Tiongkok.

Duta Besar Tiongkok untuk PBB Zhang Jun menyebut tudingan itu sebagai serangan politik yang tidak berdasar. Dia juga meminta agar Inggris tidak ikut campur dalam urusan internal negaranya.

“Tiongkok bersikap tegas terhadap terorisme dan ekstremisme. Tindakan kami adalah hal yang masuk akal dan sudah berdasar hukum yang berlaku di Tiongkok serta sejalan dengan praktik yang berlaku di negara-negara lain di seluruh dunia,” ujar Zhang, dikutip dari AFP.

Zhang menyebut bahwa Inggris menerapkan standar ganda dalam memerangi terorisme, khususnya atas tuduhan yang dianggap tak benar terkait kebijakan Tiongkok di Xinjiang. (*)

Reporter: jpg
Editor: Chahaya Simanjuntak