Ekonomi & Bisnis

Ternyata Sebagian Listrik Indonesia Diimpor dari Malaysia

ILUSTRASI: Petugas melakukan pengecekan atau quality control di Kantor PLN Pusat Sertifikasi (Pusertif) Duren Tiga, Jakarta. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos.id – Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (Gatrik), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengungkapkan, ada sebagian yang listrik yang dikonsumsi dalam negeri itu di antaranya datang dari luar negeri.

”Itu nyatanya ada,” aku Rida dalam konferensi pers virtual, Rabu (13/1).

Selain itu lanjutnya, ternyata ada rasio impor listrik Indonesia sebesar 0,54 persen. Rasio yang sangat kecil tersebut menunjukkan tingkat kemandirian energi, khususnya listrik.

Advertisement

Impor listrik tersebut merupakan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Malaysia yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Kalimantan Barat.

“Kita kerja sama bilateral dengan Malaysia, tepatnya Serawak sana, lebih khusus lagi Kalimantan Barat yang secara bilateral G to G, tentu pelaksananya adalah korporasi BUMN kelistrikan PLN dan di Malaysia Sesco, yang kerja sama untuk jual beli listrik atau ekspor impor listrik,” jelasnya.

BACA JUGA: Ringankan Beban Masyarakat, Pemerintah Perpanjang Gratis Listrik PLN hingga Maret

Kapasitas listrik yang diimpor dibandingkan konsumsi masyarakat kurang lebih hanya 0,54 persen. “Itu kalau diperkirakan di megawattnya itu berkisar 100-120 MW,” ucapnya.

Ia berharap, pembangkit listrik di sekitar Kalimantan Barat segera rampung. Sehingga Indonesia tak perlu lagi impor listrik dari Malaysia, dan justru bisa ekspor.

“Mudah-mudahan nanti dalam waktu tidak begitu lama kalau sekiranya pembangkit di sekitar Kalimantan Barat itu sudah selesai maka pada saatnya kita akan membalikkan situasi, yaitu mengekspor listrik dari Indonesia ke Malaysia dengan jalur yang sama,” pungkasnya. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung