Sport

Rionny: Praveen/Melati Harusnya Bisa Menang, Ginting Kurang Beruntung

Kabid Binpres PBSI Rionny Mainaky (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

batampos.id –  Indonesia berhasil meraih gelar juara di Thailand Terbuka 2021 lewat ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Kabid Binpres PP PBSI, Rionny Mainaky menuturkan bahwa meskipun hasil ini cukup baik, Indonesia semestinya bisa membawa pulang dua gelar.

Untuk diketahui, selain Greys/Apri, satu wakil Indonesia lain yang lolos ke babak final adalah pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Sayang, mereka harus puas berdiri di podium runner up usai tumbang di tangan pasanganb favorit tuan rumah, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai dengan skor 3-21, 22-20, dan 18-21.

“Secara menyeluruh hasil cukup baik. Kami berhasil dapat satu gelar, satu runner up dan dua semifinalis. Apalagi ini turnamen pertama setelah 10 bulan tidak bertanding,” ungkap Riony, Senin (18/1).

Advertisement

Rionny menuturkan, faktor cukup lamanya mereka tidak bertanding dan persiapan yang kurang maksimal disinyalir menjadi kendala kekalahan mereka. Rionny juga menilai, pemain tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting seharusnya punya peluang masuk final jika tidak dijegal oleh VIktor Axelsen (Denmark) di babak empat besar.

“Praveen/Melati memang seharusnya bisa menang, tapi mungkin adaptasi dengan lapangan pertandingan belum maksimal. Di tunggal putra, Ginting sudah bermain bagus tapi memang belum beruntung,” sebut Rionny.

Rionny menuturkan, beradaptasi dengan kondisi saat pandemi memang tidak mudah. Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) dan Federasi Bulutangkis Thailand (BAT) cukup serius dalam menerapkan protokol kesehatan ketat. Mereka menggunakan sistem gelembung yang harus dijalani oleh seluruh peserta yang terlibat.

“Protokol kesehatan yang ketat membuat mereka canggung walau tidak sampai stress. Kasus positif Covid-19 di tengah turnamen kemarin membuat peraturan berubah lagi, kami jadi tidak boleh keluar walau karantina sudah 14 hari. Tapi beruntungnya sejak awal di pelatnas PBSI memberlakukan karantina sehingga anak-anak sudah terbiasa,” kata Rionny.

Jelang Leg kedua Tur Asia 2021 yang akan bergulir pada 18-24 Januari, Rionny menuturkan, para pemain kembali melakukan swab test dan kembali berlatih. “Kondisi anak-anak sementara ini oke dan sehat. Memang kondisi fisik beberapa pemain yang main di semifinal dan final agak kelelahan tapi kami tim pelatih dan ofisial terus menjaga kondisinya,” ujarnya.(*)

Reporter : Jpgroup
Editor : Ryan Agung