Internasional

Viral di Twitter Ajak WNA ke Bali dengan Cara Ilegal, Bule Amerika ini Dideportasi

Kristen Gray dan akun Twitter miiknya @kristentootie. (F tangkapan layar)

batampos.id – Kristen Antoinette Gray, pemilik akun Twitter @kristentootie mendadak viral di jagat dunia maya. Pernyataannya tentang cara hidup di Bali dan ajakan bekerja di Bali dengan syarat mudah dan harga  murah membuat bule asal Amerika Serikat (AS) ini panen hujatan dan berakhir deportasi.

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali menjatuhkan sanksi deportasi terhadapnya karena telah tinggal selama enam bulan di Pulau Dewata itu. “Ia. Sanksinya dideportasi. Kami sedang menunggu penerbangan untuk memulangkannya,” ujar Kasubag Humas dan Reformasi Kanwil Kemenkumham, I Putu Surya Dharma dikutip dari CNN, Selasa 919/1/2021).

Perempuan ini akan dipulangkan begitu penerbangan ke Amerika tersedia setelah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berakhir 25 Januari mendatang. Ia menjalani pemeriksaan lebih dari 4 jam. Pernyataannya soal ajakan bekerja di Bali itu dianggap ilegal dan tidak sesuai dengan kondisi pandemi Covid-19 sekarang ini.

Surya menyebutkan, sampai Gray dipulangkan nanti, sementara ia akan ditahan di Kantor Imigrasi Kelas I Bali.

Gray diketahui telah tinggal enam bulan di Bali saat pandemi melanda seluruh negara di dunia. Di sana, ia bekerja sebagai desainer grafis.

kehidupannya di Bali dan bagaimana ia bisa datang ke Bali dan mendapatkan kehidupan yang layak di sana ia tuangkan dalam sebuah e-Book berjudul Our Bali Life is Yours. Buku elektronik itu dia jual seharga Rp 400 ribu (USD30). Tak hanya itu, ia juga membuka jasa konsultasi online bagi warga asing yang hendak mengikuti jejaknya. Dia mematok harga Rp 600 ribu (USD 50) untuk konsultasi selama 45 menit melalui laman online miliknya, Bali Consultation with Kristen and Saundra.

Di Bali, Gray memiliki izin tinggal (ITK) yang ia perpanjang ke empat kalinya hingga 24 Januari 2021 ini.

Tokoh Masyarakat Bali, Niluh Djelantik mendukung Kristen dan rekannya dideportasi. “Hempaskan turis sampah. (Orang asing) mengajukan izin kerja harus punya sponsor perusahaan dan prosesnya sangat ketat,” ungkap Niluh.

Menurutnya, Kristen dan rekannya Saundra telah menyalahgunakan izin tinggal di Bali. “Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Indonesia bukan bangsa kaleng-kaleng. Setiap pelanggaran keimigrasian dan ketenagakerjaan akan mendapatkan sanksi tegas. Deportasi salah satunya,” ujarnya.

Ia pun mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Kemenkumham, dan Imigrasi Bali yang telah dengan cepat memberikan sanksi terhadap Gray. (*)

Reporter: Chahaya Simanjuntak
Editor: Redaksional