Bintan-Pinang

Atasi Banjir, Pemkab akan Bangun Kolam Retensi di Bintan Utara dan Bintan Timur

Bupati Bintan, Apri Sujadi memimpin rapat membahas rencana pembangunan kolam retensi di Bintan Utara dan Bintan Timur, Senin (25/1/2021). (F. Diskominfo Bintan untuk batampos.id)

batampos.id- Bupati Bintan, Apri Sujadi memimpin rapat dalam rangka memfasilitasi penanganan banjir dan lahan di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Senin (25/1/2021) siang.

BACA JUGA: Alat Berat Amfibi Dikerahkan Keruk Drainase Agar Tiga Perumahan di Tanjunguncang Tak Kena Banjir Rob 

Dalam rapat tersebut juga dihadiri jajaran Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, Kapolres Bintan, Kajari Bintan, Kodim 0315 Bintan, Kepala Fasharkan Mentigi, DPRD Bintan, Kepala BPN Bintan, OH Pertamina Tanjunguban dan Kepala BWS Provinsi Kepri, Camat serta jajaran terkait lainnya.

Advertisement

Diketahui Pemkab Bintan bersama Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai Sumatera IV (BWS) melakukan proses perencanaan pembuatan saluran drainase dan pembuatan kolam retensi untuk di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara dan Kecamatan Bintan Timur guna diajukan melalui anggaran APBN pascabencana banjir yang terjadi.

Khusus perencanaan di Kecamatan Bintan Utara diketahui rencananya pembangunan saluran drainase diperkirakan akan dibangun sekitar 1,9 Km yang melintasi beberapa titik lokasi kawasan titik rendah meliputi Kampung Jeruk, Kampung Paya Lebar hingga Kampung Cendrawasih.

BACA JUGA: Benda Diduga Serpihan Pesawat Ditemukan Pekerja Club Med, Lagoi Bintan di Pantai Teluk Putri

Sedangkan untuk kolam retensi yang akan dibangun di kawasan Kecamatan Bintan Utara akan dibangun dengan panjang 70 m x 20 m dengan kapasitas 3.300 m3.

“Perencanaan pembangunan kolam retensi dan drainase bersama Satker BWS agar hal ini bisa secepatnya ditangani dan tentunya nantinya bisa melalui usulan alokasi APBN. Ini diperlukan guna menuntaskan solusi bagi permasalahan banjir yang terjadi,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut juga diketahui bahwa untuk di Kecamatan Bintan Utara, perencanaan pembangunan drainase dan bangunan retensi dalam perencanaan tersebut akan menelan biaya hingga sekitar Rp 25 miliar.

“Ini hasil kajian sementara yang harus dituntaskan. Nanti kita minta seluruh pihak terkait baik Satker BWS, Lantamal, Pertamina, BPN , PUPR, Camat dan jajaran terkait lainnya dapat meninjau titik-titik lokasi tersebut sehingga perencanaan tersebut bisa dimatangkan kembali sebelum diusulkan alokasi pembangunanya ke pusat,” tutupnya. (*)

Reporter: Slamet
editor: tunggul