Metropolis

2 Remaja Batam Ketagihan Curi Motor setelah Bebas dari Penjara, 3 Minggu Berhasil Curi 5 Motor

Dua pencuri motor yang berhasil ditangkap polsek Sagulung. (f.eusebius/batampos.id)

batampos.id – Fd dan Qr, remaja putus sekolah yang ditangkap Polsek Sagulung atas kasus pencurian sepeda motor, Sabtu (23/1/2021) lalu ternyata baru bebas dari penjara awal Januari lalu. Kedua kembali ditangkap karena dalam kurun waktu tiga minggu terakhir mereka telah mencuri lima unit sepeda motor dari berbagai penjuru kota Batam.

BACA JUGA: Polisi Ringkus Dua Anak Putus Sekolah sebab Curi Motor

Terakhir mereka mencuri sepeda motor Yamaha Mio di daerah Saguba, Sagulung. Pemilik kendaraan yang dicuri melapor ke Polsek Sagulung dan berhasil menangkap keduanya saat sedang mempreteli sepeda motor curian tersebut di lapangan Gajah Madah, Sekupang. Dari tangan dua remaja yang berusia 14 dan 15 tahun ini polisi amankan lima unit sepeda motor curian.

Advertisement

Dua dari lima sepeda motor ini sudah dimodif sebagai sepeda motor yang mereka gunakan untuk kesehariannya mereka. Sementara tiga lainnya sudah tak utuh lagi sebab beberapa onderdil sudah dicopot dan dijual secara ecer.

Kedua remaja ini mengaku tak kapok dengan hukuman penjara yang pernah mereka terima sebelumnya sebab mencuri sepeda motor dianggap sebagai pekerjaan yang gampang. “Tinggal rajin patroli aja ke rumah-rumah. Nampak yang tak kunci stang didorong atau dihidupkan dengan gunting,” ujar Fd.

Saat awal mencuri sepeda motor usia keduanya masih 13 dan 14 tahun. Aksi mereka yang pertama di tahun 2020 lalu langsung berurusan dengan hukum sehingga mereka dipenjara selama tujuh bulan. Mereka baru bebas pada awal Januari lalu dan kembali melakukan aksi kejahatan serupa. Dalam kurun waktu tiga Minggu mereka sudah berhasil menggasak lima unit sepeda motor. Kedua remaja ini sudah lama putus sekolah karena kenakalan mereka sendiri.

Kanit Reskrim Polsek Sagulung AKP Rifi M Sihotang mengakui kedua remaja ini memang residivis kasus yang sama. Mereka mencuri sepeda motor untuk gaya hidup. Ada yang dipakai sendiri ada juga yang dijual. Uang hadil penjualan sepeda motor utuh ataupun onderdil copotan dipakai untuk gaya hidup selama bebas dari penjara. “Termasuk bandel dua pelaku ini. Mereka kita jerat pasal 363 KHUP dan proses hukumnya nanti koordinasi dengan pihak Bapas,” ujar Rifi. (*)

Reporter: Eusebius Sara
Editor: tunggul