Nasional

2020, Tapanuli Selatan Dapat Kalpataru 

Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu bersama Amran Pohan meninjau terowongan batu yang dipahat oleh masyarakat jaman dulu . (f.dalil/batampos.id)

batampos.id-Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H Syahrul M Pasaribu meresmikan Tugu Kalpataru Hatabosi di Desa Tanjung Dolok, Kecamatan Marancar, Sabtu (23/1/2021). Dalam sambutannya, Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu, menjelaskan, bahwasanya Hatabosi merupakan singkatan dari (Haunatas, Tanjung Rompa, Bonan Dolok, dan Siranap). Dan tahun 2020 lalu, Hatabosi oleh Pemerintah RI melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menerima penghargaan Kalpataru.

“Karena, sejak ratusan tahun hingga sekarang kehidupan Hatabosi telah berhasil menjaga kearifan lokal khususnya kelestarian lingkungan demi terjaganya sumber air yang menjadi sumber kehidupan bagi orang banyak,” katanya.

Oleh karena itu, janganlah merusak alam, dan silahkan dimanfaatkan seperlunya agar keasriannya tetap terjaga, imbuhnya. Pada kesempatan itu, Syahrul juga mengingatkan kepada masyarakat lainnya agar dapat mencontoh kearifan lokal Hatabosi yang secara turun temurun telah berhasil menjaga lingkungan demi mempertahankan sumber air.

Advertisement

Bupati yang sebentar lagi habis masa jabatannya ini menyempatkan diri bersama Kadis-Kadis, rombongan dan tamu undangan meninjau bendungan asal muasal air tersebut yang di alirkan dari hulu sungai. Sekitar kurang lebih 3 kilo meter jauhnya masuk ke dalam hutan dan jalan yang terjal serta berjurang yang begitu curam.

“Umur boleh tua tetapi fisik masih fres dan kuat,” ujarnya. Bupati pun menunjukkan asal muasal air tersebut sambil masuk ke dalam sungai dan menunjukkan batu yang dipahat oleh peninggalan orang pendahulu kita yang sudah ratusan tahun dulu.

” Ini air dari pahatan batu di tebing pegunungan mengalir dari sungai. Batu dipahat ramai-ramai oleh orang terdahulu kita yang sudah ratusan tahun. Mereka memahat batu. Bayangkan seperti apalah memahat batu itu di tebing untuk mengalirkan air untuk Hatabosi,” ujarnya.

Sampai sekarang pun, masih ada ini parit untuk air masyarakat dan masih terjaga hingga sekarang. Batu mereka pahat untuk terowongan air. Jaman dahulu cuman satu satunya adalah memahat batu yang bisa dilalui air. Jaman itu belum ada semen peralatan secanggih saat ini dan lain lain seperti jaman sekarang ini. ”Nah saat ini kita buat bendungan untuk memperbaharuinya bentuk hadirnya pemerintah di sini,” ujar asli kelahiran Marancar tersebut.

Sebelumnya Anggota Komisi XI DPR RI Gus Irawan Pasaribu mengatakan, Tugu Hatabosi ini harus dimaknai sebagai warisan nenek moyang yang harus dilestarikan. “Semoga penghargaan tertinggi dibidang lingkungan hidup ini harus menjadi role model bagi daerah lain di Sumatera Utara. Selain itu saya berharap, agar Hatabosi tidak hanya meraih penghargaan di tingkat nasional saja, akan tetapi bisa meraih penghargaan di tingkat internasional, harap Gus Irawan.

Oleh karena itu, saya menantang Bupati Tapsel masa depan, agar mampu mewujudkan Hatabosi untuk dapat meraih penghargaan di tingkat internasional, tegasnya. Sementara Dr Pahrian Siregar selaku Forum Orang Utan Indonesia menyampaikan kisahnya tentang berbagai hal mengenai proses demi proses yang telah dilalui hingga Hatabosi masuk nominasi peraih Kalpataru dari Kementerian LHK RI.

“Maka dari itu, Hatabosi harus di jaga dan di lestarikan hingga ke anak cucu kita, karena hutan adalah sumber air dan air adalah sumber kehidupan, ajaknya sembari mengenang kebersamaannya bersama almarhum Panusunan Pasaribu dalam memperjuangkan Hatabosi agar bagaimana diakui dikancah nasional.”

Kabag Humas dan Protokol Isnut Siregar, SE dan Kasubbag Publikasi Ucok Mulia Sontang, S.Sos, MM

Kabaghumas dan Protokol Sekretaris Daerah Tapanuli Selatan, Isnut Siregar SE, mengatakan penghargaan ini adalah contoh masyarakat kita peduli dan taat khusunya untuk lingkungan. Sampai kita Pemda mendapatkan penghargaan setinggi tingginya dari presiden melalui kementerian LHK.

Siapa lagi yang mau merawat hutan kita. Apalagi air lah sumber kehidupan kita. Dari air lah kita mencari nafkah di Tapsel ini, tuturnya. Beda lagi dengan kasubag publikasi Ucok Mulia Sontang, S.Sos, MM mengatakan, ini daerah kita se Sumatera Utara yang mendapatkan penghargaan tertinggi dari presiden melalui kementerian LHK. Kita boleh bangga dan harus menjaga alam kita. Tapanuli Selatan bisa menjadi contoh untuk daerah lain, sebutnya.

Setelah itu dilanjutkan dengan pengguntingan pita Tugu Hatabosi yang dirangkai dengan penyerahan bantuan berupa mesin penggiling kulit manis dari PLTA Batang Toru untuk disumbangkan ke masyarakat Tanjung Dolok.

Turut hadir di acara tersebut, Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Golkar Syamsul Qamar, Tokoh Masyarakat Tapsel Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, Ketua DPRD Tapsel Husin Sogot Simatupang, jajaran pejabat Pemkab Tapsel, tokoh masyarakat dan undangan lainnya. (*)

Reporter : Dalil Harahap
Editor : tunggul