Selebritas

Bebas Lebih Cepat, Vitalia Sesha Bersyukur dan Tetap Dikenai Wajib Lapor

Diharuskan Menjalani Wajib Lapor Secara Rutin

Vitalia Sesha. (Abdul Rahman/JawaPos.com)

batampos.id – Artis Vitalia Sesha sudah bisa menghirup udara bebas sejak Rabu, 20 Januari 2021, usai mendapatkan program asimilasi. Vita, sapaan akrabnya, keluar dari dalam penjara tidak bebas murni. Karena kebebasannya baru pada Oktober mendatang.

Selama program asimilasi, Vita diminta lebih banyak berada di rumah. Program asimilasi ini akan selesai pada Mei. Setelah itu dilanjutkan dengan pembebasan bersyarat sampai masa hukuman Vita selesai.

“Asimilasinya sampai Mei. Setelah itu masuk ke pembebasan bersyarat sampai bulan Oktober,” kata Dumora, petugas Bapas Rutan Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (26/1).

Advertisement

Selama belum dinyatakan bebas murni, Vitalia Sesha diharuskan menjalani wajib lapor secara rutin. Baik melalui pertemuan langsung atau melalui daring mengingat sedang terjadi pandemi Covid-19. Jika akan keluar kota, Vitalia Sesha juga diharuskan melapor.

Kendati belum dinyatakan bebas murni, Vitalia Sesha senang sekaligus bangga sudah bisa keluar dari penjara dan bisa berkumpul dengan keluarganya.

“Alhamdulillah bersyukur yang sangat dalam, terima kasih kepada Allah. Terima kasih kepada Kementerian Hukum dan HAM atas pemberian asimilasi sehingga bisa keluar dan kumpul sama keluarga,” ujar Vitalia Sesha.

Dia awalnya tidak menyangka akan bebas lebih cepat dibanding putusan hakim yang menjatuhkan hukuman 1 tahun 8 bulan penjara. Namun karena mendapatkan program asimilasi dan pembebasan bersyarat, Vitalia Sesha pun bisa keluar cepat keluar.

Satu tahun tidak bertemu anak-anaknya sejak berada di dalam penjara, Vitalia Sesha mengaku cukup kaget karena mereka ternyata sudah besar. “Senang banget ya aku lihat anak-anak ternyata sudah besar ya, sudah remaja,” tuturnya.

Seperti diketahui, polisi mengamankan artis Vitalia Sesha terkait kasus penyalahgunaan narkoba pada Februari 2020 lalu. Adapun barang bukti yang ditemukan berupa 10 butir pil ekstasi, paket plastik klip kecil sabu dengan berat kotor 0,63 gram, 34 butir pil psikotropika jenis happy five, dan satu set alat untuk mengonsumsi sabu.

Pada 25 Juni 2020, Pengadilan Negeri Jakarta Barat memutus kasus narkotika Vitalia Sesha. Hakim memvonisnya dengan hukuman 1 tahun 8 bulan penjara. Dalam vonis tersebut, hakim juga menjatuhkan denda sebesar Rp 50 juta.(*)

reporter : Jpgroup
Editor : Andriani Susilawati