Nasional

Catherine Wilson Divonis Penjara, Keket Dinilai Bukan Pecandu

batampos.id – Majelis hakim Pengadilan Negeri Depok Jawa Barat sudah menjatuhkan

Catherine Wilson, usai diamankan aparat kepolisian karena kedapatan memakai narkoba (Istimewa)

vonis  kepada artis Catherine Wilson terkait kasus narkotika. Perempuan yang akrab disapa Keket itu dijatuhi hukuman tujuh bulan penjara.

Vonis tersebut berbeda dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang meminta Catherine Wilson dijatuhi hukuman delapan bulan rehabilitasi. Verno Wahono, pengacara Keket mengatakan majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara karena kliennya dinilai bukan pecandu obat-obatan terlarang.

’’Kita berharapnya rehabilitasi ya, karena gimana pun juga, namanya pecandu harus direhabilitasi. Tapi majelis hakim memang memutuskan bahwa Catherine belum dikategorikan sebagai pecandu yang harus direhabilitasi. Kami sih terima terima aja,” ujar Verna Wahono saat ditemui usai persidangan di PN Depok Jawa Barat Senin (25/1).

Catherine Wilson kemungkinan akan bebas pada Februari 2021, apabila tidak ada banding dari pihak Jaksa. Sementara Keket sendiri sudah menerima putusan majelis hakim dan memastikan tidak akan mengajukan banding.

Jika Jaksa pada akhirnya mengajukan banding, ia mewakili Catherine Wilson mengaku akan menghormati keputusan yang diambil Jaksa. ’’Kalau memang dari kejaksaan memang harus menjalani prosedur pikir-pikir dulu atau mungkin melakukan banding atau upaya yang lain, mungkin itu karena ada SOP atau ketentuan yang harus dijalankan,’’ kata Verna Wahono.

Jika dalam beberapa hari ke depan Jaksa tidak mengajukan banding dan vonisnya sudah memiliki kekuatan hukum tetap, maka pihak Keket cepat berkonsultasi dengan pihak rutan. Verna Wahono bahkan menyebut Keket kemungkinan akan mengajukan permohonan supaya bisa bebas lebih cepat.

’’Kemungkinan besar juga kita bisa (mohon ikut program asimilasi) Makanya sekarang saya juga belum thau langkah yang mau saya ambil apa. Karena kan saya harus melakukan upaya juga ke pihak rutan. Karena kan harus konsultasi jugq dengan pihak-pihak terkait dengan program yang bisa kita lakukan,’’ katanya.

Selain program asimilasi, kemungkinan lain agar Catherine Wilson bisa bebas lebih cepat adalah dengan mengajukan pembebasan bersyarat. “Kita bisa lakukan banyak hal sih seperti itu. Pasti kita upaya biar bisa lebih cepat keluar,” tandasnya.

Seperti diketahui, Catherine Wilson ditangkap di bilangan Cinere, Depok, Jawa Barat, pada 17 Juli 2020. Polisi mengamankan barang bukti berupa dua klip sabu seberat 0,66 gram dan 0,43 gram. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim