Metropolis

Diupah Rp 9 Juta oleh Ayah Tiri, Dua Penyelundup Sabu Ditangkap

Dua tersangka penyelunduoan sabu di Bandara Hang Nadim, Nongsa, Denis Silvia Anggrayani, 32, dan Comel, 33, menjalani pemeriksaan di Satresnarkoba Polresta Barelang, Selasa (26/1/2021) siang. ( F Humas Polresta Barelang untuk Batam Pos)

batampos.id – Dua penyelundup narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) jenis sabu ditangkap saat hendak berangkat menuju Lombok. Mereka adalah Denis Silvia Anggrayani,32 dan Comel,33. Keduanya mengaku hanya sebagai suruhan yang diupah Rp 9 juta.

BACA JUGA:
Nelayan Pemilik 46 Kilogram Sabu Diamankan dari Pelabuhan Sagulung

Mereka mengaku mendapatkan sabu itu dari seorang pria berinisial U yang merupakan ayah tirinya di Karimun. “Sabunya dari ayah tiri. Dia tawarkan ada kerjaan, dan dapat uang, makanya saya mau,” ujar Silvia di Polresta Barelang, Selasa (26/1/2021).

Advertisement

Fitri mengaku, mereka awalnya mendapatkan uang Rp 2,5 juta untuk pembelian tiket. Untuk mengantarkan barang haram tersebut, ke dua tersangka ini masing-masing mendapatkan upah Rp 9 juta. “Saya gak ada kerjaan sejak corona ini. Biasanya keluar masuk Malaysia untuk kerja,” ujar ibu dua anak ini.

Sementara dari pengakuan Comel, ia menjadi kurir sabu karena ajakan saudaranya, Fitri. Ia mengaku membutuhkan biaya pengobatan orangtuanya.

“Ayah lagi sakit-sakit. Kebetulan saya lagi nyari kerja, dan diajak. Karena upahnya besar, jadi saya mau,” katanya.

Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Jhon Hery Rakutta Sitepu mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Termasuk melakukan pengejaran terhadap U, yang diduga sebagai pemilik sabu.

“Anggota masih melakukan pengembangan di lapangan,” ujarnya singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Petugas Bea dan Cukai (BC) Batam mengamankan Denis Silvia Anggrayani, 32, dan Comel, 33, di pintu keberangkatan Bandara Internasional Hang Nadim, Jumat (22/1/2021) sore. Dari tangan tersangka, petugas mengamankan 6 bungkus sabu seberat 359 gram. (*)

Reporter: Yofi Yuhendri
Editor: Chahaya Simanjuntak