Ekonomi & Bisnis

Gaeki Mencatat Produksi Kopi Mencapai 64.621 Ton

ILUSTRASI: Pengusaha muda Batam, Tammy Rumengan (tengah) dan pengusaha milenial lainnya berdiskusi di kedai kopi, Kedai Kita (Kekita), depan kampus Universitas Batam (Uniba) Kamis 26 Nov 2020. F Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos.id – Sekretaris Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (Gaeki) Jawa Timur (Jatim) Ichwan Nursidik mengatakan bahwa produksi tahun lalu tercatat 64.621 ton. Tahun sebelumnya, produksi kopi mencapai 70.238 ton.

“Makanya, ekspor 2020 tidak setinggi tahun sebelumnya,” ungkapnya Minggu (24/1).

Kondisi itu, menurut Ichwan, diperparah ketidaklancaran pengiriman. Pada semester II tahun lalu, pengiriman kopi ke luar negeri tersendat. Sebab, tidak tersedia cukup kontainer untuk mengirimkan komoditas tersebut.

Advertisement

BACA JUGA: Sastia Prama Putri Ingin Tingkatkan Rezeki Siapa Saja yang Bergelut dengan Kopi

Selain itu, jumlah perusahaan pelayaran yang menyediakan layanan pengiriman ke luar negeri berkurang. Kalaupun ada, ongkos pengirimannya relatif tinggi.

“Banyak negara yang kesulitan tenaga ekspor. Ini mengganggu kelancaran pengiriman ke luar negeri,” kata Ichwan.

Pada semester I tahun lalu, volume ekspor kopi sempat naik 3 persen. Yakni, dari 27.068 ton menjadi 27.972 ton. Sementara itu, nilai ekspornya naik sekitar 2 persen. Dari USD 57,623 juta (sekitar Rp 810,23 miliar) menjadi USD 58,687 juta (sekitar Rp 825,19 miliar). (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung