Karimun

Karimun Dapat 582 Kartu Tani, Bupati: Silakan Manfaatkan Kartu Tani

Bupati Karimun Aunur Rafiq menyerahkan kartu tani secara simbolis didampingi kepala BRI Cabang Tanjung Balai Karimun Rachmat
Utomo dan Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Sukriyanto. (f.BRI untuk batampos.id)

batampos.id – Kabupaten Karimun, mendapatkan kuota 582 Kartu Tani untuk para petani yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq kepada kelompok tani yang ada di Kabupaten Karimun berlokasi di desa Prayon. Dalam kesempatan tersebut, Rafiq menyampaikan program kartu tani ini program Pemerintah Pusat yang bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Cabang Tanjung Balai Karimun sebagai penyalur kredit, simpan pinjam maupun pembelian pupuk subsidi nantinya.

BACA JUGA: Sulap Lahan Tidur di Karimun jadi Lahan Pertanian, LMB Kepri Dukung Pelaku Usaha Buka Pertanian

”Jadi kartu tani sebanyak 582, diperuntukkan untuk para petani yang ada di pulau Kundur sebanyak 526 dan pulau Karimun 56. Dengan mendapatkan kartu tani, diharapkan bisa dapat menjaga ketahanan pangan serta lebih utamanya mendapatkan pembelian pupuk subsidi,” jelasnya, Selasa (26/1/2021).

Advertisement

Dikatakan, pupuk subsidi sendiri diprioritaskan dipulau Kundur sebanyak 80 persen dan pulau Karimun sisanya 20 persen. Kenapa demikian, karena paling banyak kelompok tani berada dipulau Kundur ini. Sehingga, pupuk subsidi sangat membantu para petani dalam mendukung memproduksi hasil pertanian itu sendiri.

”Dalam pertemuan tadi, ada keluhan dari petani tentang harga nanas yang dari petani Rp1700 hingga Rp2000 per kilonya. Sementara dipasaran harga Rp5000 per kilogramnya, maka kita mintakan dinas Pangan dan Pertanian untuk melakukan operasi pasar nantinya,” terangnya.

Masih kata Rafiq lagi, peran pemerintah sebagai mediator untuk memediasikan masalah harga nanas itu sendiri antara petani dan pedagang. Supaya, bisa harga jual sama-sama menguntungkan kedua belah pihak. Kemudian, tentang kuota pupuk subsidi dari Pemerintah Pusat untuk Kabupaten Karimun yang terbatas ini hanya 43 ton atau 10 persen yang dibutuhkan sebanyak 450 ton.

”Dengan keterbatasan ini, tergantung kemampuan dari Pemerintah Pusat. Yang jelas kita, tetap mengusulkan untuk mendapatkan kuota pupuk subsidi kedepannya,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Cabang BRI Tanjung Balai Karimun Rachmat Utomo menjelaskan, kartu tani adalah alat untuk transaksi non tunai seperti ATM yang berfungsi sebagai pembayaran untuk penebusan pupuk subsidi. Artinya, petani yang mendapatkan pupuk subsidi nanti akan masuk kerekening petani dalam bentuk rupiah.

Dan, kemudian untuk proses pembayaran nantinya melalui kartu tani. Dimana, untuk Kabupaten Karimun sendiri ada lima agen yang telah ditentukan untuk melayani jual beli pupuk subsidi. Serta, bisa jual beli secara elektronik bagi para petani yang bisa mengurangi resiko transaksi tunai.

”Paling penting kita memberikan edukasi jual beli secara elektronik. Dan, Pemerintah sudah tepat sekali untuk penyaluran melalui BRI sebagai banknya rakyat yang dekat rakyat termasuk para petani,” terangnya. (*)

Reporter : Tri Haryono
Editor : Tunggul