Politika

AMPB Apresiasi Penangkapan Ambroncius, Natalius Pigai Diharapkan Lebih Bijak Mengkritik

Ketua Umum Angkatan Muda Partai Berkarya Fauzan Rachmansyah (Istimewa)

batampos.id – Politisi Partai Hanura Ambroncius Nababan ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Polisi resmi menetapkan Ambroncius sebagai tersangka kasus dugaan tindakan rasialis yang ia lakukan kepada eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.

Untuk diketahui, Ambroncius dalam akun media sosialnya menyandingkan foto Natalius Pigai dengan seekor gorila. Unggahannya tersebut didasari dari  pernyataan Natalius yang menolak vaksin Covid-19 Sinovac.

Penangkapan Ambroncius mendapat sorotan dari Partai Berkarya. Ketua Umum Angkatan Muda Partai Berkarya (AMPB) Fauzan Rachmansyah mengatakan, penangkapan Ambroncius membuktikan bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo tak pandang bulu dalam menegakkan hukum.

Advertisement

“Ini bukti Presiden Jokowi tegas. Yang bersalah patut dihukum. Siapa pun dia,” kata Fauzan kepada wartawan.

Di sisi lain, Fauzan melanjutkan, Natalius Pigai diharapkan bisa mengambil hikmah dari penangkapan Ambroncius. Menurut Fauzan, Natalius tidak seharusnya terus memprotes segala kebijakan pemerintah, dalam hal ini soal vaksinasi Covid-19, yang berpotensi memancing amarah yang bisa berujung penghinaan bernada rasialis.

“Dengan kejadian ini, semoga Natalius Pigai stop memprotes kebijakan pemerintah dengan mengatakan penegakan hukum di kepemimpinan Jokowi tajam pada oposisi dan tidak pernah adil apalagi terkait HAM. Semua ini sudah terpatahkan (dengan ditangkapnya Ambroncius, Red,” ucapnya.

Fauzan berharap, Natalius lebih bijak dalam memberikan kritik setiap kebijakan Jokowi terkait vaksin Covid-19. “Tidak tepat kalau vaksinasi Covid-19 diprotes. Vaksinasi jadi jalan bagi kita semua menyelesaikan pandemi agar ekonomi kembali bangkit, masyarakat sehat. Ini salah satu upaya yang sedang dilakukan pemerintah. Seharusnya kita semua dukung vaksinasi. Bukan malah menjelek-jelekkan program pemerintah,” tandas Fauzan.

Sebelumnya itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan bahwa setelah dijadikan tersangka, penyidik Bareskrim Polri langsung menangkap Ambroncius Nababan untuk dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka. Ambroncius sendiri digelandang ke kantor polisi pada Selasa (26/1) kemarin.

“Penyidik menjemput yang bersangkutan dan dibawa ke Bareskrim Polri. Penyidik akan lakukan pemeriksaan kepada tersebut AN sebagai tersangka,” kata Argo.

Dalam kasus ini, Ambroncius dijerat Pasal 45a ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 UU 19 Tahun 2016 perubahan UU ITE dan Pasal 16 jo Pasal 4 huruf b ayat 1 UU 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi, Ras, dan Etnis, serta Pasal 156 KUHP dengan ancaman di atas 5 tahun penjara. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim