Karimun

Antisipasi Kasus DBD, Kecamatan Karimun Bentuk Pokjanal DBD dan LBS

Camat Karimun Agung Jati Kusuma ketika saat membentuk pokjanal DBD dan LBS dalam rangka menekan angka kasus DBD di wilayah kecamatan Karimun. (f.Tri Haryono/batampos.id)

batampos.id – Pemerintah Kecamatan Karimun melakukan pembentukan Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Lingkungan Bersih Sehat (LBS). Camat Karimun Agung Jati Kusuma dalam kesempatan menjelaskan,
pembentukan Pokjanal DBD dan LBS ini tidak lain untuk menekan angka kasus DBD di wilayah Kecamatan Karimun. Serta, untuk membangun LBS ditengah-tengah lingkungn masyarakat.

BACA JUGA: Awal Tahun, 23 Kasus DBD di Batam

”Nanti, keberadaan Pokjanal DBD dan LBS bisa memberikan informasi disetiap Desa/Kelurahan dalam antisipasi dan penanganan kasus DBD ditahun 2021 ini,” jelasnya, Selasa (26/1/2021).

Advertisement

Walaupun, saat ini masih pandemi Covid-19 yang belum pasti kapan berakhir. Akan tetapi, untuk pemantauan kasus DBD tetap harus diperhatikan dan diprioritaskan juga. Mengingat, pada tahun 2020 lalu Kecamatan Karimun termasuk dalam tiga besar dalam menyumbang kasus DBD se Kabupaten Karimun.

”Nah, untuk antisipasi kasus DBD agar tidak meningkat nantinya. Perlu peranan kita semua, untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang antisipasi DBD di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Disamping itu, pentingnya LBS dalam rangka peningkatan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. Sehingga, bisa terhindar dari DBD maupun penyakit lainnya. Mengingat, jumlah penduduk di Kecamatan Karimun cukup padat dan sangat penting peranan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga lingkungan.

”Yang jelas, kita harus siap siaga dalam penanganan DBD kedepannya. Semuanya, berkoordinasi mulai dari kelurahan/desa, polsek, koramil, puskesmas dan stakeholder terkait,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Puskesmas Tanjung Balai Karimun Surawan mengungkapkan, selama terjadinya pandemi Covid-19 pihaknya tetap fokus melakukan pemantauan terhadap kasus DBD. Dari data Dinas Kesehatan Karimun, bahwa Kecamatan Karimun masuk dalam urutan ke tiga. Kenapa Kecamatan Karimun masih tinggi jumlah kasus DBDnya, selain jumlah penduduk yang padat juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan.

”Perkembangbiakan nyamuk adedes aegypti pembawa virus DBD, biasanya di jam-jam aktif seperti pagi maupun sore hari,” terangnya.

Dijelaskan, untuk Kecamatan Karimun sendiri kasus DPD yang cukup banyak terdapat di wilayah Kelurahan Tanjung Balai dan Lubuk Semut. Kemudian Kelurahan Tanjung Balai Kota, Sungai Lakam Barat dan Timur, Teluk Air dan Parit. Tapi, untuk Desa Tulang dan Selat Mendaun tidak ada kasus DBD selama tahun 2020 lalu.

Dengan terbentuknya Pokjanal DBD dan LBS, untuk menekan kasus DBD harus dibuat program DBD mulai dari penyelidikan epidemiologi (PE), gerakan serentak abatesasi massal, pemantauan jentik berkala (PJB) oleh kader spesialis kesling dan jumantik, relawan asik (relawan aksi basmi jentik). Kemudian, penyuluhan dan pengerakan kelompok remaja pemberantasan sarang nyamuk tingkat sekolah se kecamatan Karimun dan terus dilakukan sosialisasi cara pembuatan dan penggunaan larvitrap di tiap RT/RW nantinya.

BACA JUGA: Kasus DBD Naik Setiap Tahun

”Jadi bagi masyarakat yang ingin mengambil serbuk abate di Puskesmas Tanjung Balai Karimun bisa diambil dan tidak dipungut bayaran. Sekali lagi saya berpesan, tetap waspada terhadap DBD yang rata-rata perkembangbiaknya ditempat-tempat bersih,” pesannya. (*)

Reporter : Tri Haryono
Editor : Tunggul