Bintan-Pinang

Polisi Tetapkan Satu Tersangka yang Aniaya Mantan Anggota DPRD Kepri, Abdul Aziz

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Dwi Hatmoko saat dimintai keterangan, Rabu (27/1/2021). (F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos)

batampos.id  – Penyidik Satreskrim Polres Bintan dan Polsek Gunung Kijang menetapkan tersangka penganiayaan Abdul Aziz, mantan anggota DPRD Kepri berstatus narapidana kasus korupsi bantuan sosial di kamar hunian Blok D lembaga pemasyarakatan (Lapas) Umum Klas IIA Tanjungpinang di Bintan.

“Ya kita tetapkan satu tersangka penganiayaan Abdul Aziz, yakni narapidana berinisial M,” ujar Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Dwi Hatmoko, Rabu (27/1/2021).

Ia menjelaskan, penganiayaan ini dilatarbelakangi masalah ekonomi. Awalnya, Abdul Aziz menawarkan jasa bisa memindahkan narapidana kasus narkoba berinisial H dari Lapas Tanjungpinang ke Lapas di Aceh. Hanya dengan catatan, narapidana H bisa memberikan uang ke Abdul Aziz.

Advertisement

Selanjutnya, Mei 2020, narapidana H mentransfer uang sebesar Rp 122 juta kepada Abdul Aziz untuk memuluskan rencana pemindahan narapidana H ke Lapas Aceh. “Sampai terjadinya penganiayaan, Abdul Aziz tidak bisa memindahkan narapidana H ke Lapas Aceh,” ujarnya.

Kemudian narapidana H meminta bantuan narapidana M menagih uangnya ke Abdul Aziz. Hingga terjadilah penganiayaan. “Abdul Aziz ada dua kali dianiaya,” ujarnya.

Dia mengatakan, berdasarkan pengakuan tersangka H bahwa dirinya tidak pernah memerintahkan narapidana M untuk menganiaya Abdul Aziz. “Narapidana H hanya meminta bantuan ke narapidana M untuk menagih uangnya kembali,” katanya.

Polisi sudah memeriksa 7 orang saksi termasuk pihak Lapas terkait kasus ini. “Satu tersangka penganiayaan, sedangkan dugaan percobaan pembunuhan Abdul Aziz masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Seperti diketahui, korban mulanya diduga melakukan percobaan bunuh diri dengan menggunakan sebilah pisau di kamar mandi di kamar D.02, Rabu (23/12/2020) siang.

Kejadian diketahui saat teman-teman sesama narapidana mengajak korban makan siang bersama di kamar. Karena terlalu lama di kamar mandi, teman sesama narapidana mengedor pintu kamar mandi namun tidak ada jawaban.

Akhirnya seorang narapidana bernama Sodikin melihat dari atas kamar mandi, atas perintah kepala kamar Raja Amirullah.

Ternyata korban sudah tergeletak tak sadarkan diri, dengan leher bersimbah darah. Selanjutnya narapidana bernama Dwi Satrio melaporkan kejadian itu ke komandan jaga dan dokter. Lalu korban dibawa ke RSUD Bintan di Kijang untuk ditangani lebih lanjut. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto
Editor: Chahaya Simanjuntak