Feature

Dulu Gugat Ayah Rp 3 M, Kini Siap Bersujud Minta Maaf

Konflik Berkelindan Antara Ayah dan Anak serta Antarsaudara di Bandung

Koswara (dua dari kiri) saat melaporkan tiga anaknya ke polisi Senin (25/1).

Ayah, kakak, dan adik digugat karena rencana penjualan tanah. Sang bapak kemudian ganti melaporkan tiga anaknya ke polisi atas tuduhan intimidasi. Kini kedua pihak bersepakat melalui jalan mediasi dalam waktu 30 hari.

Reporter: M DIKDIK RA – CECEP AY
Editor: MOHAMMAD TAHANG

DIA pernah memaki sang bapak. Bahkan, menurut sang ayah, sempat mengancam akan memukul yang sampai membuatnya ketakutan. Tapi, tiba-tiba Selasa (26/1) Deden, si anak, berubah sikap. Dia mengaku menyesali perbuatannya. Dia juga bersiap berdamai dengan ayahandanya, R.E. Koswara, yang telah digugatnya Rp 3 miliar.

Advertisement

“Saya punya dosa, orangtua sayang sama saya. Saya juga sayang sama orangtua. Saya minta maaf, harus sujud ke orangtua, saya ngomong itu ke kakak dan adik saya,” kata Deden saat datang ke persidangan lanjutan gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung Selasa (26/1) seperti dilansir Radar Bandung (grup Batam Pos).

Sidang pada Selasa (26/1) itu merupakan sidang kedua setelah yang pertama dihelat Selasa pekan lalu (19/1). Konflik keluarga di Bandung itu tak ubahnya labirin: ruwet sekali.

Koswara memiliki enam anak. Mereka, sesuai urutan, adalah Imas Solihah, Deden, Masitoh, Ajid, Hamidah, dan Muchtar. Selain sang ayah, Deden menggugat kakaknya, Imas Solihah (anak pertama), dan adiknya, Hamidah (anak kelima).

Gugatan itu bermula dari rencana Koswara menjual tanah warisan orangtuanya seluas 3.000 meter persegi di kawasan Jalan AH Nasution, Bandung. Koswara bermaksud membagi uang hasil penjualan tanah tersebut ke para ahli waris.

Deden dalam sidang di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (26/1).

Deden yang menyewa sebagian lahan di sana untuk dijadikan toko tak terima. Dia menggugat Koswara membayar Rp 3 miliar jika sampai dirinya harus pindah toko serta ganti rugi materiil Rp 20 juta dan imateriil Rp 200 juta.

Untuk mengurus perkaranya itu, Deden memercayakan kepada Masitoh, adiknya sekaligus anak ketiga Koswara. Tapi, sehari sebelum sidang pertama, Masitoh meninggal karena serangan jantung.

Nah, Senin lalu (25/1), giliran Koswara yang melaporkan anak-anaknya ke Polda Jawa Barat atas tuduhan ancaman dan intimidasi. Anak yang dilaporkan, selain Deden, adalah Ajid (anak keempat) dan Muchtar (anak keenam).

Pelaporan tersebut didasarkan dugaan tindak pidana pasal 335 tentang ancaman dan intimidasi juncto pasal 315 tentang penghinaan juncto pasal 310 tentang penistaan.

Pelaporan disertai bukti rekaman video berisi dugaan ancaman dari anak-anaknya. “Dia (Deden) bilang ke saya R.E. Koswara ba****t, dihajar siah ku aing (aku pukul kamu). Saya maunya dia ga begitu (berkata kasar dan mengancam). Saya jadi takut pulang ke rumah,” kata Koswara.

Padahal, Koswara mengaku komunikasi sempat terbuka untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dan membatalkan gugatan perdata. Tapi, sejak ada gugatan itu, dia belum bisa bertemu anak-anaknya. Meski merasa rindu, dia takut mendapat penganiayaan.

Koswara mengaku berencana menjual tanah warisan itu karena ada bagian adik-adiknya di sana. “Itu bukan tanah saya sendiri,” katanya.

Meski demikian, Koswara tetap memiliki rasa kasih terhadap anaknya. “Saya sayang ke anak, tapi jangan sampai begitu ke orangtua, minta pelajaran aja jangan sampe begitu, malu. Saya takut, dia kelihatan betul (mau mukul), tapi walau begitu saya sayang ke Deden,” tutur Koswara.

Menurut dia, Deden tidak mau bertemu. “Saya panggil, ’Den ke sini, kadieu Den’, dia tetep tidak mau. Bahkan, kalau didekati takut mukul ke sayanya,” tambahnya ketika berada di Mapolda Jawa Barat.

Tapi, di sidang kedua yang dipimpin hakim I Dewa Gede Susarditta, kedua pihak bersepakat dimediasi hakim dalam waktu 30 hari. Deden, sebagai penggugat, hadir dengan ditemani kuasa hukum serta dua adiknya, Ajid dan Mochtar.

“Kami menunjuk hakim (sebagai) mediator,” ungkap kuasa hukum Deden, Musa Darwin Pane, yang kemudian diikuti pernyataan senada dari kuasa hukum Koswara, Bobby Herlambang Siregar.

Majelis hakim menunjuk hakim Herry Heryawan sebagai mediator kedua pihak. Majelis juga meminta kedua pihak dapat mengikuti setiap proses mediasi tanpa diwakili.

Setelah sidang itulah, Deden menunjukkan perubahan sikap. Dia meminta maaf kepada ayah dan saudaranya karena sudah menggugat secara perdata. “Saya minta maaf, saya benar-benar salah, saya sayang sama orangtua. Orangtua sekolahkan saya hingga seperti ini, saya siap untuk perdamaian,” katanya.

Tinggal ditunggu apakah perubahan sikap Deden itu akan membuat proses mediasi berjalan lancar. (*/c7/ttg)

Sumber : JP Group
Editor : Jamil Qasim