Opini

Oleh-oleh dari Kepri untuk Pak Menteri ’Papa Online’

batampos.id – Akhir pekan kemarin kunjungan super padat Menteri Parekraf, Sandiaga Uno ke Batam dan Bintan dinantikan banyak pihak. Betapa tidak, tagline GERCEP, GEBER, dan GASPOL yang dilontarkan beliau dalam hitungan hari setelah menjabat, seperti vaksin yang disuntikkan pada semangat dunia pariwisata Indonesia, khususnya Kepulauan Riau yang sempoyongan. Menakar konsep tersebut dengan produktifitas yang cukup agresif, Pak Menteri sepertinya sedang ‘belanja’ masalah.

Identifikasi dan inventarisasi permasalahan sektor pariwisata yang terpuruk, mati suri akibat pandemic covid-19 yang melanda dunia cukup membuat Kemenparekraf gelagapan digempur pesimisme. Pada dengar pendapat dengan Komisi X DPR RI pada tanggal 14 Januari lalu, platform yang digadang-gadangkan yaitu inovasi, adaptasi dan kolaborasi serta inovasi dengan solusi dan alternatif, adaptasi dimana industri pariwisata akan diarahkan untuk bisa bertahan dalam segala kondisi termasuk di tengah kondisi pandemic covid-19 saat ini dan kolaborasi yaitu dengan menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan bekerja sama dengan sinergi untuk mencapai pertumbuhan yang maksimal.

Batam Pos edisi Sabtu 23 Januari memuat headline pada halaman muka dengan judul besar Selamatkan Industri Pariwisata, Hindari PHK, Misi Khusus Sandiaga ke Batam dan beberapa berita lanjutan tentang kunjungan tersebut memantik optimisme yang kuncup menjadi sebuah harapan. Apalagi Pak Menteri gaul yang terkenal dengan julukan Papa Online ini piawai menampilkan image branding kinerja Kemenparekraf pada Instagram maupun facebook nya.

Advertisement

Media cetak dan media online meliput dari berbagai sudut pandang mulai dari protokol kesehatan (protkes) dan penerapan CHSE, UMKM, ekonomi kreatif hingga fasilitas, infrastruktur destinasi wisata baik di Batam maupun di Bintan. Namun yang paling ditunggu adalah bagaimana strategi travel bubble yang merupakan koridor perjalanan antara Indonesia dan Singapura yang diutamakan untuk Batam dan Bintan.

Berbeda dengan Travel Corridor Arrangement (TCA) yang diperuntukkan untuk pebisnis, travel bubble khusus untuk wisatawan. Ketika ‘dikejar’ pertanyaan seberapa cepat , Pak Menteri menyatakan perlu dipastikan syarat mutlak zero case covid-19 serta terlebih dahulu kesiapan Batam dan Bintan dalam menerapkan protkes. Secara hati-hati disebutkan bahwa hal tersebut tidak bisa terburu-buru dan Kemenparekraf tidak berjanji muluk.

Hal ini sudah diantisipasi Pak Menteri berselang sepekan setelah dilantik, tepatnya pada 1 Januari sudah bertemu secara khusus dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin . Fokus pembahasan adalah kunci percepatan pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif nasional terletak pada penerapan protokol Kesehatan dengan penerapan protokol K4, yakni Kebersihan, Kesehatan, Keamanan, dan Keberlanjutan Lingkungan) atau CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environment Sustainability) serta program vaksinasi covid-19 diharapkan dapat menciptakan kembali harapan kepercayaan masyarakat untuk berwisata lebih meningkat.

Sejumlah keputusan strategis itu senyatanya untuk menjamin rasa aman dan nyaman, baik para wisatawan maupun para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.

Gerakan Pariwisata Kepri Bangkit Lagi
Ketika Pak Menteri menyampaikan penilaiannya bahwa sektor pariwisata di Kepri dapat bangkit lebih cepat dengan kesiapan infrastruktur,sarana prasarana, sumber daya manusia dan tentu saja partisipasi semua stakeholder, maka kita pun optimis Singapura dan Malaysia yang selama ini menjadi pemasok wisatawan asing baik secara langsung maupun sebagai entry hub point dapat diyakinkan.

Terlebih ketika partisipasi semua stakeholder di Kepri secara optimal di semua lini dan sektor menjadi penopang yang terintegrasi. Plakat Kepri Bangkit yang diserahkan secara simbolis oleh Sekdaprov Kepri sebagai gaung launching Program Pariwisata Kepri Bangkit Lagi hendaknya menjadi oleh-oleh yang berkesan bagi Pak Menteri sama seperti terkesannya kita melihat beliau gagah bertanjak dan berteluk belanga untuk menghormati budaya Melayu, berkemeja batik saat menjadi tamu di DEKRANASDA ketika Batik Marlin dipromosikan.

Beliau berstelan olahraga ketika jogging pagi dan ngopi di salah satu kedai kopi di Batam untuk melihat geliat sektor kuliner di era pandemi . Di Bintan Papa Online bahkan berganti baju dari kaos olahraga berjaket dan tertib mengikuti protkes dan kunjungan ke beberapa destinasi world class di Bintan Resort hingga berbaju batik motif gonggong ketika berkunjung ke desa wisata Ekang.

Pak Menteri sadar betul , era digital marketing saat ini telah menempatkan beliau sebagai duta Kemenparekraf. Tag line gerak cepat, gerak bersama dan garap semua potensi lapangan kerja pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif hendaknya bukan hanya sederetan slogan. Regulasi, koordinasi dan kolaborasi di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif butuh strategi dan rencana tindak lanjut (action plan) Kita tunggu tindak lanjut lebih kongkrit dari jalan-jalan ke Keprinya Pak Menteri. (*)

Oleh: Eva Amalia
Lead Indonesia Cohort IX Dosen
Politeknik Pariwisata Batam