Ekonomi & Bisnis

Ritel Internasional Mempunyai Demand Paling Tinggi terhadap Olahan Udang

ILUSTRASI: Udang segar.

batampos.id – PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) yang merupakan perusahaan pengolahan udang bakal menggenjot produksi selama dua tahun ke depan.

Direktur Utama PMMP Martinus Soesilo mengatakan bahwa demand internasional yang paling tinggi datang dari sektor ritel. Selama pandemi Covid-19 pada 2020, suplai ke restoran-restoran menurun. Tahun ini kondisi itu belum banyak berubah.

“Salah satu strategi kami adalah menjual produk dengan added value. Misalnya, berupa produk ready to cook,” jelas Martinus Selasa (26/1).

Advertisement

Secara YoY sampai dengan Juni 2020, kenaikan volume penjualan produk added value 66,4 persen. Yakni, dari 1.073 ton menjadi 1.786 ton. Sementara itu, kenaikan pendapatan usahanya mencapai 54,4 persen.

Kontribusi penjualan produk dengan nilai tambah saat ini berkisar 15–20 persen terhadap total penjualan. PMMP menargetkan kinerja itu naik menjadi 35–40 persen.

Tidak hanya berorientasi ekspor, emiten pasar bursa itu juga mulai merambah pasar domestik. Strategi tersebut mampu meningkatkan margin laba perseroan. Kapasitas produksi pun meningkat.

BACA JUGA: Ekspor Olahan Udang PT Panca Capai USD 83,3 Juta

Tahun ini PMMP akan menyelesaikan pembangunan pabrik ke-8. Investasi pabrik baru itu akan menggunakan sebagian dari dana IPO atau Rp 75 miliar dari yang didapat. Diperkirakan, pabrik baru tersebut selesai pada Juli.

Nanti pabrik ke-9 ditargetkan berdiri pada 2022 atau awal 2023. “Jadi, nanti total kapasitas produksi bisa mencapai 33–35 ribu ton per tahun,” tutur Martinus.

Ketua FUI Budhi Wibowo mengatakan, Indonesia bisa memperbesar ekspor asal memasarkan produk-produk bernilai tambah. Jepang, menurut dia, lebih memilih produk-produk dengan added value. Demikian juga Brasil di Amerika Selatan. Meski Brasil dekat dengan Ekuador yang merupakan produsen udang, produk Indonesia lebih kompetitif. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung